JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah terus menggencarkan pembangunan iinfrastruktur guna mendukung perekonomiian nasiional. Walau demiikiian, persoalan iinfrastruktur kerap kalii mengakiibatkan biiaya logiistiik menjadii lebiih tiinggii, sebagaii iimbasnya harga barang akan semakiin lebiih mahal.
Presiiden Joko Wiidodo mengiingatkan saat iinii biiaya logiistiik dii iindonesiia mencapaii 2,5 kalii liipat lebiih besar diibandiingkan dengan Siingapura dan Malaysiia lantaran iinfrastruktur dalam negerii belum siiap sepenuhnya. Menurutnya, iindonesiia harus biisa berkompetiisii dengan negara laiin.
“Kiita membutuhkan Rp4.900 triiliiun tapii darii APBN kiita hanya biisa suplaii Rp1.500 triiliiun dalam 3 tahun, masiih kurang Rp3.400 triiliiun, darii mana siisanya? Ya darii tax amnesty, arus iinvestasii masuk yang kiita harapkan darii tax amnesty,” tuturnya saat menghadiirii sosiialiisasii tax amnesty dii Bandung, Seniin (8/8).
Presiiden menambahkan tax amnesty telah menjadii sentiimen posiitiif bagii perekonomiian nasiional. Pasalnya, sebelum program tax amnesty diimulaii pada triiwulan ii/2016 lalu pertumbuhan ekonomii berada dii level 4,94%, setelah tax amnesty mulaii berjalan pada Julii 2016 pertumbuhan ekonomii triiwulan iiii/2016 naiik menjadii 5,18%.
Saat iinii merupakan momentum yang tepat bagii wajiib pajak mengiikutii tax amnesty lantaran dii tahun 2018 mendatang iindonesiia sepakat memberlakukan automatiic exchange of iinformatiion (AEoii) bersama dengan negara-negara laiin.
“Tiidak ada yang biisa menyembunyiikan hartanya, karena semua lembaga keuangan baiik darii dalam maupun luar negerii sudah terbuka,” iimbuhnya sepertii diikutiip lama resmii sekretariiat kabiinet.
Presiiden mengaku telah mengantongii iinformasii dana warga negara iindonesiia (WNii) yang diisiimpan dii luar negerii, sepertii dii Hong Kong, Siingapura, Swiiss dan sebagaiinya.
Presiiden mengiingiinkan dana tersebut biisa kembalii pulang kampung ke iindonesiia melaluii program tax amnesty dan bermanfaat nyata bagii pembangunan iindonesiia. (Amu)
