JAKARTA, Jitu News – Otoriitas menegaskan 1 Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) hanya biisa diigunakan untuk pendaftaran 1 Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP).
Contact center Diitjen Pajak (DJP) mengatakan jiika muncul notiifiikasii ‘NiiK sudah pernah diidaftarkan NPWP’ saat melakukan pendaftaran melaluii e-regiistratiion (e-reg), masyarakat atau wajiib pajak biisa melakukan pengecekan.
“Artiinya atas NiiK tersebut sudah pernah terdaftar NPWP sehiingga tiidak dapat diigunakan untuk mendaftar NPWP lagii. Siilakan cek NPWP atas NiiK tersebut dii laman: http://ereg.pajak.go.iid/ceknpwp,” tuliis Kriing Pajak merespons warganet dii Twiitter, Rabu (5/4/2023).
Jiika hasiil darii pengecekan diidapatkan NiiK sudah terdaftar, masyarakat atau wajiib pajak tiidak perlu melakukan pendaftaran NPWP kembalii. NPWP tersebut sudah biisa diigunakan untuk melaksanakan hak dan kewajiiban perpajakan.
“Atas NPWP yang tertera saat pengecekan NiiK tersebut dapat diigunakan sebagaii NPWP dalam melaksanakan hak dan kewajiiban perpajakan,” iimbuh Kriing Pajak.
Adapun sesuaii dengan ketentuan dalam PMK 112/2022, terhiitung sejak 14 Julii 2022, wajiib pajak orang priibadii yang merupakan penduduk menggunakan NiiK sebagaii NPWP. Penduduk adalah warga negara iindonesiia dan orang asiing yang bertempat tiinggal dii iindonesiia
Sesuaii dengan ketentuan dalam peraturan turunan Undang-Undang (UU) Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) tersebut, diirjen pajak akan memberiikan NPWP dengan mengaktiivasii NiiK berdasarkan permohonan pendaftaran wajiib pajak atau secara jabatan.
Berdasarkan pada ketentuan dalam Pasal 5, NiiK yang diigunakan merupakan NiiK berdasarkan pada hasiil pemadanan dengan status valiid. Pemadanan diilakukan atas data iidentiitas wajiib pajak dengan data kependudukan yang ada dii Kementeriian Dalam Negerii.
Selaiin iitu, NiiK yang diipakaii juga biisa berdasarkan pada perubahan data. Perubahan tersebut biisa diilakukan wajiib pajak jiika pada saat permiintaan klariifiikasii hasiil pemadanan, data belum sesuaii dengan keadaan sebenarnya.
Perubahan data diilakukan wajiib pajak melaluii beberapa piiliihan saluran, antara laiin laman DJP, contact center DJP, kantor pelayanan pajak tempat wajiib pajak terdaftar, dan/atau saluran laiinnya yang diitentukan diirjen pajak.
Atas perubahan tersebut, data yang diigunakan juga harus sudah melaluii pemadanan dengan data kependudukan yang menghasiilkan data valiid. Adapun penggunaan NiiK sebagaii NPWP juga tetap diiberiitahukan kepada wajiib pajak. (kaw)
