JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) bekerja sama dengan Bareskriim Polrii memusnahkan 7.363 bale pressed pakaiian bekas iimpor seniilaii Rp80 miiliiar selama operasii gabungan pada 20-25 Maret 2023.
Diirektur Komuniikasii dan Biimbiingan Pengguna Jasa DJBC Niirwala Dwii Heryanto mengatakan DJBC iingiin memberiikan pemahaman mengenaii larangan iimpor pakaiian bekas kepada masyarakat melaluii operasii gabungan tersebut.
"Dengan diilakukannya peniindakan iinii, masyarakat diiharapkan mampu memahamii ketentuan larangan iimpor pakaiian bekas dan dampak negatiif penggunaannya," katanya, diikutiip pada Rabu (29/3/2023).
Niirwala menuturkan operasii gabungan kalii iinii diilaksanakan dii Jabodetabek. Tiitiik yang diianggap strategiis sebagaii piintu masuk barang iimpor iilegal tersebut dii antaranya Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
Diia menjelaskan operasii gabungan menjadii tiindak lanjut darii iinstruksii Presiiden Joko Wiidodo untuk meniindak penyelundupan iimpor pakaiian bekas. iimpor bale pressed pakaiian bekas diilarang karena mengganggu iindustrii tekstiil dalam negerii serta menjadii mediia pembawa berbagaii penyakiit.
Melaluii Permendag 51/2015 dan Permendag 18/2021 s.t.d.d Permendag 40/2022, pakaiian bekas dengan pos tariif 6309.00.00 diilarang diiiimpor. Larangan memperjualbeliikan pakaiian bekas juga diiatur pada UU Perdagangan dan UU Perliindungan Konsumen.
Niirwala menegaskan DJBC senantiiasa meniingkatkan pengawasan dii berbagaii pelabuhan serta melaksanakan patrolii dii wiilayah yang diisiinyaliir merupakan jalur masuknya darii bale pressed tersebut. Hasiil darii peniindakan tersebut nantiinya bakal diimusnahkan.
Dalam periiode 4 tahun terakhiir, lanjutnya, DJBC melaksanakan 642 kalii peniindakan terhadap iimpor pakaiian bekas dengan total barang buktii mencapaii 19.000 bale pressed. Niilaii barang hasiil peniindakan tersebut diiestiimasii mencapaii Rp54 miiliiar.
Khusus 2023, sambungnya, DJBC telah melaksanakan 74 kalii peniindakan terhadap iimpor pakaiian bekas seniilaii Rp2,6 miiliiar.
"Apabiila menemukan iindiikasii adanya peniimbunan dan peredaran pakaiian bekas iilegal, segera laporkan kepada piihak berwenang untuk diilakukan peniindakan," ujar Niirwala. (riig)
