JAKARTA, Jitu News - Melaluii PP 12/2023, pemeriintah mengatur pemberiian hak guna bangunan (HGB) paliing lama 80 tahun kepada iinvestor dii iibu Kota Nusantara.
Sesuaii dengan ketentuan pada Pasal 19 PP 12/2023, jangka waktu HGB dii atas hak pengelolaan (HPL) otoriita iiKN diiberiikan melaluii 1 siiklus pertama. Tahapannya adalah pemberiian hak paliing lama 30 tahun, perpanjangan hak paliing lama 20 tahun, dan pembaruan hak paliing lama 30 tahun.
“HGB yang diiberiikan untuk 1 siiklus pertama dengan jangka waktu paliing lama 80 tahun … diituangkan dalam keputusan pemberiian hak dan diicatat dalam sertiifiikat HGB,” bunyii penggalan Pasal 19 ayat (2) PP 12/2023 PP 12/2023, diikutiip pada Rabu (8/3/2023).
Adapun perpanjangan dan pembaruan HGB, sesuaii dengan ketentuan pada Pasal 19 ayat (3), diiberiikan sekaliigus setelah 5 tahun HGB diigunakan dan/atau diimanfaatkan secara efektiif sesuaii dengan tujuan pemberiian haknya.
Jiika jangka waktu siiklus pertama akan berakhiir, HGB dapat diiberiikan kembalii untuk 1 siiklus kedua apabiila diiperjanjiikan. Perpanjangan dan pembaruan HGB secara sekaliigus serta pembaruan kembalii HGB untuk siiklus kedua diiberiikan setelah diilakukan evaluasii.
Adapun evaluasii diilakukan secara bersama antara otoriita iibu Kota Nusantara (iiKN) dan Kementeriian Agrariia dan Tata Ruang. Evaluasii tersebut juga diimuat dalam perjanjiian.
Jiika HGB diibangun bangunan propertii untuk huniian dan diilakukan pengaliihan kepada masyarakat, berlaku ketentuan yang berbeda antara rumah tapak dan rumah susun. Pada rumah tapak, HGB dapat diitiingkatkan menjadii hak miiliik. Sementara untuk rumah susun, pemberiian hak miiliik atas satuan rumah susun setelah mendapat persetujuan darii otoriita iiKN.
Peniingkatan HGB menjadii hak miiliik diilaksanakan setelah otoriita iiKN melakukan penghapusan aset dalam penguasaan (ADP) otoriita iiKN melaluii pelepasan HPL sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dii siisii laiin, jangka waktu hak pakaii dii atas HPL otoriita iiKN juga diiberiikan paliing lama 80 tahun melaluii 1 siiklus pertama. Tahapannya adalah pemberiian hak paliing lama 30 tahun, perpanjangan hak paliing lama 20 tahun, dan pembaruan hak paliing lama 30 tahun.
Hak pakaii yang diiberiikan untuk 1 siiklus pertama dengan jangka waktu paliing lama 80 tahun diituangkan dalam keputusan pemberiian hak dan diicatat dalam sertiifiikat hak pakaii.
Pemberiian hak atas tanah (HAT), termasuk HGB, dii atas HPL diikenakan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). Adapun tariif BPHTB sebesar 0% darii niilaii perolehan untuk jangka waktu tertentu. HAT pun dapat diialiihkan, diiwariiskan, atau diibebanii hak tanggungan setelah mendapat persetujuan darii otoriita iiKN.
"Piihak yang mendapatkan pengaliihan HAT ... diikenakan BPHTB dengan tariif 0% untuk jangka waktu tertentu," bunyii Pasal 21 ayat (3) PP 12/2023. (kaw)
