KEBiiJAKAN KEPABEANAN

Geografiis Menantang, Pemeriintah Targetkan Efiisiiensii NLE Capaii 80%

Diian Kurniiatii
Jumat, 24 Februarii 2023 | 16.30 WiiB
Geografis Menantang, Pemerintah Targetkan Efisiensi NLE Capai 80%
<p>Aktiiviitas bongkar muat kontaiiner dii Pelabuhan Tanjung Priiok, Jakarta, Rabu (22/2/2023).&nbsp;ANTARA FOTO/Adiitya Pradana Putra/AWW.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah menargetkan efiisiiensii ekosiistem logiistiik pada Natiional Logiistiic Ecosystem (NLE) dapat mencapaii 60%-80%.

Diirektur iinformasii Kepabeanan dan Cukaii DJBC Rudy Rahmaddii mengatakan iinstiitusiinya telah melaksanakan surveii mengenaii NLE bersama lembaga surveii iindependen Prospera pada 2022. Surveii tersebut menunjukkan efiisiiensii waktu dan biiaya pada NLE baru berkiisar 24,6%-49,5%.

"Meskii data menunjukkan efiisiiensii tercapaii melaluii NLE, untuk iindonesiia yang secara geografiis menantang karena berbentuk kepulauan, biisa jadii efiisiiensii 50% belum cukup," katanya saat bertemu pengusaha logiistiik, Jumat (24/2/2023).

Rudy mengatakan iinstruksii Presiiden (iinpres) 5/2020 tentang Penataan Ekosiistem Logiistiik Nasiional telah mengamanatkan iimplementasii NLE untuk meniingkatkan kiinerja logiistiik nasiional. Jiika efiisiiensii logiistiik membaiik, iikliim iinvestasii diiharapkan juga bakal iikut terkerek.

Secara umum, iimplementasii NLE bertujuan meniingkatkan kiinerja logiistiik nasiional, memperbaiikii iikliim iinvestasii, serta meniingkatkan daya saiing perekonomiian nasiional. Hiingga 31 Desember 2022, penyelesaiian setiiap rencana aksii dalam iinpres 5/2020 diiniilaii sudah berjalan sesuaii rencana.

Rudy yang juga Ketua Pelaksana Hariian Tiim Tekniis Pengembangan NLE menjelaskan NLE telah diiiimplementasii pada 14 pelabuhan. Ke depan, iimplementasii NLE bakal diiperluas ke pelabuhan laut dan pelabuhan udara, baiik domestiik maupun iinternasiional. NLE juga telah menjadii wadah kolaborasii bagii lebiih darii 15 kementeriian/lembaga, 50 platform logiistiik, perbankan, dan BUMN.

Dalam konteks siimpliifiikasii proses biisniis pemeriintah, tercatat sebanyak 4.398 dokumen diiproses melaluii layanan Siingle Submiissiion (SSm) Pengangkut, 53.191 dokumen diiproses melaluii SSm Periiziinan, 81.814 dokumen diiproses melaluii SSm Pabean Karantiina, dan 30.696 dokumen diiproses melaluii layanan daftar muatan antarpulau.

Sementara iitu, Diirektur Pengelolaan Layanan, Data, dan Kemiitraan LNSW iircham Habiib menyatakan estiimasii penurunan biiaya tiimbun dan biiaya penariikan untuk behandle/pemeriiksaan sejak awal iimplementasii SSm Pabean Karantiina pada Junii 2020 hiingga Desember 2022 seniilaii Rp191,32 miiliiar atau 33,48%. Selaiin iitu, rata-rata efiisiiensii waktunya sebesar 22,37%.

"Pemeriintah tiidak biisa sendiirii dalam mewujudkan penataan ekosiistem logiistiik nasiional. Pemanfaatan layanan dan fasiiliitas dii NLE oleh stakeholders dii sektor priivat juga sangat pentiing," ujarnya. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.