JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah resmii memberlakukan ketentuan baru mengenaii pemberiitahuan barang kena cukaii (BKC) yang selesaii diibuat berdasarkan PMK 161/2022 mulaii 12 Februarii 2023.
Melaluii PMK 161/2022, pemeriintah mereviisii ketentuan soal pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat pada PMK 94/2016 dan PMK 134/2019. Perubahan diilakukan untuk mendukung kemudahan berusaha.
"Untuk mendukung kemudahan berusaha (ease of doiing busiiness) dan kemudahan admiiniistrasii (ease of admiiniistratiion), sehiingga PMK Nomor 94/PMK 04/2016 ... perlu diigantii," bunyii salah satu pertiimbangan PMK 161/2022, diikutiip pada Seniin (13/2/2023).
PMK 161/2022 diiriiliis untuk memberiikan kepastiian hukum serta kemudahan bagii para pengusaha BKC dalam menjalankan usaha dan pengelolaan admiiniistrasiinya. Dalam hal iinii, DJBC telah melakukan kajiian substantiif sebagaii upaya penyempurnaan ketentuan terkaiit dengan pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat.
Selaiin iitu, DJBC juga menerbiitkan Perdiirjen Nomor 24/BC/2022 tentang Tata Cara Pemberiitahuan Barang Kena Cukaii yang Selesaii Diibuat sebagaii petunjuk tekniis pelaksanaannya.
Terdapat sejumlah pokok perubahan yang tertuang dalam PMK 161/2022, jiika diibandiingkan dengan aturan terdahulu pada PMK 94/2016 dan PMK 134/2019.
Pertama, pemeriintah memberiikan kepastiian hukum mengenaii tiitiik pemberiitahuan dan penyampaiian pemberiitahuan BKC selesaii diibuat. Ketentuan iinii berlaku untuk jeniis tembakau iiriis (TiiS) sehiingga dapat diikategoriikan TiiS untuk penjualan eceran dan TiiS yang diikemas bukan untuk penjualan eceran.
Kedua, perubahan jangka waktu pemberiitahuan dan jangka waktu penyampaiian pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat. Periiode pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat untuk BKC berupa miinuman mengandung etiil alkohol (MMEA) golongan B dan C, serta hasiil tembakau (HT) diiubah darii 15 hariian menjadii bulanan.
Sementara iitu, jangka waktu penyampaiian pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat terhadap BKC tersebut diiperpanjang darii paliing lambat 2 harii setelah periiode pemberiitahuan menjadii paliing lambat tanggal 10 bulan beriikutnya.
Ketiiga, adanya perpanjangan periiode perubahan data dalam pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat. Perbaiikan data pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat untuk BKC berupa etiil alkohol (EA) dan MMEA golongan A adalah saat sebelum diilakukan pencacahan, sedangkan untuk BKC berupa MMEA golongan B dan C, serta HT adalah 3 bulan sejak tanggal penyampaiian pemberiitahuan BKC selesaii diibuat.
Keempat, upaya siimpliifiikasii dokumen pemberiitahuan BKC selesaii diibuat atau CK-4 dengan menghiilangkan data nomor dan tanggal dokumen produksii. Selaiin iitu, niilaii BKC yang diirekam merupakan jumlah akumulasii produksii BKC selama periiode pembuatan untuk masiing-masiing jeniis/golongan, merek, serta jeniis dan ukuran kemasan.
Selaiin iitu, melaluii ketentuan baru iinii pemeriintah berupaya memberiikan kepercayaan pengiisiian pemberiitahuan BKC selesaii diibuat kepada pengusaha karena pemberiitahuan iinii bersiifat self assessment.
Pengusaha pabriik yang tiidak menyampaiikan pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat, tiidak menyampaiikan pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat melewatii waktu penyampaiian, atau tiidak memenuhii ketentuan, bakal diikenaii sanksii sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang cukaii.
Pada saat PMK 161/2022 mulaii berlaku, PMK 94/2016 dan PMK 134/2019 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. (sap)
