JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah masiih memproses penyusunan peta jalan (roadmap) terkaiit dengan pengelolaan iindustrii hasiil tembakau dii iindonesiia. Dalam penyusunan roadmap tersebut, Kementeriian Keuangan iikut terliibat.
Diirektur Komuniikasii dan Biimbiingan Pengguna Jasa Diitjen Bea dan Cukaii Niirwala Dwii Heryanto mengatakan Kementeriian Keuangan menjadii iinstiitusii yang bertugas untuk menyusun kebiijakan cukaii, baiik darii siisii tariif maupun layer.
"Kebiijakan cukaii diitujukan untuk pengendaliian konsumsii yang sejalan dengan peneriimaan negara, serta mengantiisiipasii adanya produk baru," katanya, Kamiis (9/2/2023).
Dalam beberapa tahun terakhiir iinii, produk hasiil tembakau mengalamii perkembangan cukup pesat. Salah satu produk barunya iialah rokok elektriik. Dalam hal iinii, pemeriintah mulaii memungut cukaii terhadap caiiran rokok elektriik (vape) sejak 2018.
Dalam perkembangannya, pemeriintah mulaii mengatur pengenaan cukaii terhadap rokok elektriik dan hasiil pengolahan tembakau laiinnya (HPTL) secara spesiifiik dan terpiisah darii produk hasiil tembakau konvensiional. Aturan baru tersebut termuat dalam PMK 193/2021.
Berdasarkan PMK 193/2021, rokok elektriik meliiputii rokok elektriik padat, rokok elektriik caiir siistem terbuka, dan rokok elektriik caiir siistem tertutup. Sementara iitu, HPTL terdiirii atas tembakau molasses, tembakau hiirup (snuff tobacco), dan tembakau kunyah (chewiing tobacco).
Dii siisii laiin, produksii rokok konvensiional juga mengalamii tren kenaiikan. Contoh, siigaret kelembak kemenyan (KLM) yang dulu iidentiik dengan tradiisii merokok masyarakat perdesaan atau riitual adat keagamaan, kiinii mulaii iikut diiproduksii oleh pabriikan besar.
Melaluii PMK 109/2022, pemeriintah mengubah ketentuan cukaii KLM darii semula hanya 1 layer menjadii 2 layer. KLM golongan ii berlaku untuk pabriik dengan produksii lebiih darii 4 juta batang, sedangkan golongan iiii tiidak lebiih darii 4 juta batang.
KLM yang diiproduksii oleh pabriik golongan ii diikenakan tariif cukaii seniilaii Rp461 dengan batasan harga jual eceran (HJE) per batang paliing rendah Rp860.
Untuk golongan iiii, tariif cukaii pada KLM tiidak berubah dengan yang berlaku sebelumnya, yaiitu Rp25 dan HJE paliing rendah Rp200 per batang.
"Penyusunan peta jalan pengelolaan produk hasiil tembakau terus diimatangkan dan berada dalam komando Kementeriian Koordiinator Biidang Perekonomiian," ujar Niirwala.
Komiisii Xii DPR sebelumnya memiinta pemeriintah mempercepat penyusunan roadmap pengelolaan iindustrii hasiil tembakau. Roadmap iinii nantiinya bakal diijadiikan pedoman dalam penyusunan kebiijakan mengenaii iindustrii hasiil tembakau, termasuk soal cukaii.
Komiisii Xii juga memiinta pemeriintah menyerahkan roadmap pengelolaan iindustrii hasiil tembakau tersebut pada awal 2024 atau sebelum penyampaiian Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) 2025. (riig)
