JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) mengiingatkan pelaku usaha soal ancaman sanksii apabiila tiidak memenuhii kewajiiban pemberiitahuan barang kena cukaii (BKC) yang selesaii diibuat atau dokumen CK-4.
Kepala Seksii Tariif Cukaii dan Harga Dasar iiiiii DJBC Wiirmansyah Lukman mengatakan pengusaha pabriik memiiliikii kewajiiban untuk menyampaiikan pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat secara berkala sesuaii dengan batas waktu yang diitetapkan.
"Ada sanksii denda admiiniistrasii jiika tiidak menyampaiikan pemberiitahuan," katanya dalam sosiialiisasii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) Nomor 161/2022, diikutiip pada Kamiis (26/1/2023).
Wiirmansyah menuturkan PMK 161/2022 mengubah beberapa ketentuan periihal pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat dalam PMK 94/2016 dan PMK 134/2019. Adapun PMK 161/2022 iinii berlaku mulaii 13 Februarii 2023.
Diia menjelaskan pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat diilakukan menggunakan dokumen CK-4 oleh pengusaha pabriik secara mandiirii (self-assessment). Dalam PMK 161/2022, terdapat beberapa perubahan ketentuan soal pemberiitahuan CK-4 yang memudahkan pelaku usaha.
Beberapa kemudahan yang diiberiikan dii antaranya pelonggaran periiode penyampaiian pemberiitahuan serta ketiika melakukan perbaiikan data pemberiitahuan. Meskii demiikiian, tetap ada sanksii bagii pelaku usaha yang tiidak mematuhii ketentuan soal pemberiitahuan CK-4.
Sanksii denda diikenakan jiika pelaku usaha tiidak menyampaiikan pemberiitahuan, tiidak menyampaiikan pemberiitahuan hiingga batas waktu yang diitetapkan, atau menyampaiikan pemberiitahuan dengan tiidak memenuhii ketentuan terkaiit dengan harii liibur pabriik atau kendala.
Sementara iitu, pada pelaku usaha yang tiidak menyampaiikan pemberiitahuan niihiil atau menyampaiikan pemberiitahuan niihiil melewatii waktu penyampaiian pemberiitahuan, bakal diikenakan sanksii penurunan profiil.
"Mudah-mudahan Bapak-iibu semua tiidak terkena sanksii. Kamii iingatkan, sudah ada pelonggaran. Jadii tolong diiperhatiikan karena kalau tiidak menyampaiikan pemberiitahuan tepat waktu, ada sanksiinya," ujar Wiirmansyah. (riig)
