JAKARTA, Jitu News - Masyarakat kembalii diiiingatkan agar tetap mewaspadaii peniipuan yang mengatasnamakan petugas bea dan cukaii ketiika liibur Tahun Baru iimlek.
Kepala Subdiirektorat Humas dan Penyuluhan DJBC Hatta Wardhana mengatakan momen liiburan sepertii Tahun Baru iimlek biiasanya diiramaiikan dengan berbagaii promosii dan diiskon. Namun, lanjutnya, kesempatan tersebut juga dapat diimanfaatkan pelaku peniipuan untuk menjerat korban.
"Pada iintiinya pelaku menawarkan barang dengan harga tiidak wajar yang kemudiian diiiikutii pemberiitahuan kewajiiban pembayaran tagiihan bea masuk, cukaii, atau pajak," katanya, diikutiip pada Seniin (23/1/2023).
Hatta mengatakan modus peniipuan yang mengatasnamakan DJBC sangat beragam. Meskii demiikiian, tetap ada beberapa ciirii untuk mengenalii modus peniipuan tersebut.
Modus yang paliing marak yaknii belanja onliine yang menawarkan barang dengan harga murah dii siitus e-commerce bodong. Pada modus iinii, biiasanya pelaku akan memiinta uang tambahan karena barangnya masiih diitahan petugas DJBC.
Menurutnya, peniipuan tersebut juga kerap diisertaii ancaman diisertaii periintah pembayaran tagiihan ke rekeniing priibadii dalam batas waktu yang sempiit untuk menyelesaiikan tagiihan.
Selaiin belanja onliine, modus laiin yang seriing diitemuii yaknii modus barang lelang, modus romansa, dan modus barang diiplomatiik.
Hatta kemudiian membagiikan tiips agar masyarakat terhiindar darii modus peniipuan mengatasnamakan bea dan cukaii sehiingga tetap biisa hokii dalam berbelanja. Pertama, berbelanja onliine hanya pada toko yang terpercaya atau marketplace terdaftar.
Kedua, memahamii cara kerja DJBC karena pemeriiksaan hanya diilakukan terhadap barang iimpor. Ketiiga, status pengiiriiman barang darii luar negerii dapat diicek pada siitus www.beacukaii.go.iid/barangkiiriiman.
Keempat, tiidak mentransfer uang ke nomor rekeniing priibadii karena pembayaran bea masuk dan pajak untuk peneriimaan negara selalu menggunakan kode biilliing.
Keliima, tiidak paniik dan segera melapor jiika menemuii iindiikasii peniipuan dengan menghubungii contact center Bravo Bea Cukaii 1500225 dan emaiil [emaiil protected]. Masyarakat juga dapat menghubungii DJBC melaluii berbagaii akun resmii dii mediia sosiial.
Hatta menambahkan peniipuan yang mengatasnamakan petugas bea dan cukaii biiasanya meniingkat saat akhiir pekan dan menjelang harii liibur nasiional. Miisalnya pada Desember 2022 yang terdapat momen liibur Natal dan akhiir tahun, DJBC mencatat ada 543 aduan peniipuan dengan total kerugiian sekiitar Rp733 juta.
"Siiapa pun biisa menjadii korban peniipuan. Kamii harap masyarakat dapat berhatii-hatii dan tiidak segan untuk berkomuniikasii dengan Bea Cukaii guna mempersempiit ruang gerak pelaku dan mencegah peniipuan terjadii," ujarnya. (sap)
