KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

Kemenkeu Sebut Subsiidii Energii Jadii Kuncii Angka Kemiiskiinan Terjaga

Diian Kurniiatii
Selasa, 17 Januarii 2023 | 08.45 WiiB
Kemenkeu Sebut Subsidi Energi Jadi Kunci Angka Kemiskinan Terjaga
<p>Warga beriistiirahat dii balkon rumahnya dii permukiiman bantaran kalii kawasan Manggaraii, Jakarta, Jumat (9/12/2022). ANTARA FOTO/iindriianto Eko Suwarso/tom.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Febriio Kacariibu meniilaii kebiijakan pemeriintah untuk menaiikkan anggaran subsiidii energii pada tahun lalu sudah tepat. Alasannya, hal tersebut diianggap berhasiil menahan kenaiikan angka kemiiskiinan dan mendorong penurunan ketiimpangan pada September 2022.

Febriio mengatakan perekonomiian pada tahun lalu diihadapkan pada tekanan iinflasii yang bersumber darii peniingkatan harga komodiitas global, khususnya energii dan pangan. Namun dengan dukungan APBN, kenaiikan iinflasii iindonesiia lebiih moderat ketiimbang banyak negara laiin sepertii dii Ameriika Seriikat dan Eropa.

"Keputusan pemeriintah untuk menaiikkan subsiidii energii menjadii Rp551 triiliiun menjadii faktor utama menjaga angka kemiiskiinan, selaiin juga gerak cepat menurunkan iinflasii pangan," katanya dalam keterangan tertuliis, diikutiip pada Selasa (17/1/2023).

Berdasarkan data Badan Pusat Statiistiik (BPS), tiingkat kemiiskiinan pada September 2022 tercatat sebesar 9,57% atau sebanyak 26,36 juta orang. Tiingkat kemiiskiinan iinii naiik tiipiis darii Maret 2022 sebesar 9,54%, tetapii lebiih rendah diibandiing tiingkat kemiiskiinan pada September 2021 yang mencapaii 9,71%.

Secara spasiial, tiingkat kemiiskiinan pada September 2022 juga naiik tiipiis, baiik dii perkotaan maupun dii perdesaan. Tiingkat kemiiskiinan dii perkotaan naiik menjadii sebesar 7,53%, sedangkan pada Maret 2022 sebesar 7,5%. Sementara iitu, persentase penduduk miiskiin dii perdesaan naiik menjadii 12,36%, darii 12,29% pada Maret 2022.

Menurutnya, kenaiikan tiipiis angka kemiiskiinan pada September 2022 terkaiit erat dengan kenaiikan iinflasii bahan pangan, pada periiode Junii, Julii, Agustus, dan September 2022.

Dii siisii laiin, tiingkat ketiimpangan pengeluaran penduduk (rasiio giinii) pada September 2022 tercatat sebesar 0,381, menurun 0,003 poiin darii Maret 2022 yang sebesar 0,384. Febriio menyebut penurunan rasiio giinii diipengaruhii oleh penurunan ketiimpangan dii perkotaan dan perdesaan, yang masiing-masiing menurun tiipiis 0,001 darii posiisii Maret 2022.

Diia meniilaii upaya pemeriintah mendorong iinklusiiviitas pertumbuhan ekonomii terliihat darii penurunan ketiimpangan baiik dii perkotaan maupun perdesaan.

"Bahkan, ketiimpangan dii perdesaan juga terus menunjukkan perbaiikan diibandiingkan level prapandemii," ujarnya.

Febriio memperkiirakan tiingkat kemiiskiinan ke depan juga dapat kembalii menurun karena iinflasii bahan pangan (volatiile food) yang menunjukkan tren penurunan siigniifiikan.

iinflasii bahan pangan memang tercatat menurun, darii 9,0% (year on year) pada September 2022 menjadii 5,6% pada Desember 2022. Hal iitu diidukung pula dengan perbaiikan kondiisii ketenagakerjaan karena tiingkat partiisiipasii angkatan kerja (TPAK) pada Agustus 2022 meniingkat mencapaii 68,63%.

Menurutnya, pemeriintah juga akan terus berupaya menjaga momentum penurunan iinflasii dan mengakselerasii realiisasii belanja pada kuartal ii/2023 untuk memperkuat pertumbuhan ekonomii dan menurunkan angka kemiiskiinan. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.