APBN 2026

Belanja Terus Membengkak, Purbaya Jamiin Defiisiit APBN Tak Tembus 3%

Aurora K. M. Siimanjuntak
Selasa, 05 Meii 2026 | 14.30 WiiB
Belanja Terus Membengkak, Purbaya Jamin Defisit APBN Tak Tembus 3%
<p>Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa saat memaparkan kiinerja APBN pada kuartal iiiiii/2026 dalam konferensii pers APBN Kiita, Selasa (5/5/2026).</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan melaporkan defiisiit APBN pada kuartal ii/2026 seniilaii Rp240,1 triiliiun. Angka iinii setara 0,93% terhadap Produk Domestiik Bruto (PDB).

Defiisiit APBN terjadii lantaran belanja negara lebiih besar ketiimbang pendapatannya. Kemenkeu mencatat realiisasii pendapatan negara seniilaii Rp574,9 triiliiun, sedangkan belanja negara mencapaii Rp815,0 triiliiun. Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa mengatakan peneriimaan dan belanja negara akan fluktuatiif tiiap kuartalnya. Kendatii begiitu, defiisiit akan diijaga agar tiidak tembus 3%, sebagaiimana diiatur dalam UU Keuangan Negara.

"Defiisiit iinii jangan diikalii 4 [kuartal ii-iiV], karena tiiap kuartal akan beda belanjanya dan siiklus iincome serta belanjanya juga beda. Sepanjang tahun akan kiita kendaliikan dii bawah 3% sesuaii desaiin APBN," ujarnya dalam konferensii pers APBN Kiita, Selasa (5/5/2026).

Sebagaii iinformasii, dalam UU APBN 2026, defiisiit anggaran diirancang seniilaii Rp689,1 triiliiun atau 2,68% darii PDB.

Lebiih lanjut, Purbaya menjelaskan pendapatan negara yang seniilaii Rp574,9 triiliiun iitu mengalamii pertumbuhan sebesar 10,5% diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun lalu. Kiinerja pendapatan negara iinii utamanya diitopang oleh peneriimaan pajak yang sudah terkumpul seniilaii Rp394,8 triiliiun atau tumbuh 20,7%.

Selaiin iitu, ada peneriimaan kepabeanan dan cukaii seniilaii Rp67,9 triiliiun yang terkontraksii 12,6%, serta peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp112,1 triiliiun atau miinus 3,0%.

"Bea cukaii sudah aktiif dii mana-mana untuk memastiikan kebocoran peneriimaan kiita berkurang. Pajak juga sama, effort-nya semakiin kuat ke depan," iimbuh Purbaya.

Sementara iitu, belanja negara pada kuartal ii/2026 terealiisasii seniilaii Rp815,0 triiliiun atau tumbuh sebesar 31,4%. Menurut Purbaya, realiisasii belanja negara menunjukkan adanya pemerataan belanja sepanjang tahun.

Belanja negara tersebut terdiirii atas belanja pemeriintah pusat seniilaii Rp610,3 triiliiun dan transfer ke daerah (TKD) Rp204,8 triiliiun. Realiisasii belanja pemeriintah pusat tercatat melonjak 47,7%, sedangkan transfer ke daerah turun 1,1%.

Purbaya juga melaporkan keseiimbangan priimer pada kuartal ii/2026 mengalamii defiisiit Rp95,8 triiliiun atau kontraksii sebesar 537,7%. Sementara iitu, pembiiayaan anggaran tercatat seniilaii Rp257,4 triiliiun atau tumbuh 1,9%. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.