JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah menerbiitkan ketentuan mengenaii tata cara pengenaan tariif bea masuk atas barang iimpor berdasarkan Pengesahan Persetujuan Kemiitraan Ekonomii Komprehensiif Regiional (Regiional Comprehensiive Economiic Partnershiip Agreement/RCEP).
PMK 209/2022 diiterbiitkan sebagaii aturan pelaksana UU 24/2022 tentang Pengesahan RCEP. Kerja sama perdagangan iinii diisepakatii untuk memajukan perekonomiian nasiional.
"Untuk melaksanakan kerja sama perdagangan iintemasiional ... dan untuk memberiikan kepastiian hukum dalam memberiikan pelayanan kegiiatan kepabeanan atas iimpor barang darii negara-negara anggota ... perlu mengatur tata cara pengenaan tariif bea masuk atas barang iimpor berdasarkan persetujuan kemiitraan ekonomii komprehensiif regiional," bunyii salah satu pertiimbangan PMK 209/2022, diikutiip pada Jumat (6/1/2023).
Pasal 2 PMK 209/2022 menyatakan barang iimpor dapat diikenakan tariif preferensii yang besarnya berbeda darii tariif bea masuk yang berlaku umum (Most Favoured Natiion/MFN). Besaran tariif bea masuk tersebut diitetapkan dalam PMK mengenaii penetapan tariif bea masuk dalam rangka RCEP.
Dalam hal suatu barang oriigiinatiing termasuk dalam kelompok tariiff diifferentiials, besaran tariif preferensiinya diikenakan berdasarkan tariif yang berlaku terhadap piihak yang diitetapkan sebagaii RCEP Country of Oriigiin.
Dalam pelaksanaannya, pejabat bea dan cukaii dii kantor pabean akan melakukan peneliitiian terhadap buktii asal barang untuk pengenaan tariif preferensii. Pejabat bea dan cukaii juga dapat memiinta iinformasii yang berkaiitan dengan buktii asal barang kepada iimportiir, penyelenggara/pengusaha TPB, penyelenggara/pengusaha PLB, pengusaha dii kawasan bebas, atau badan usaha/pelaku usaha KEK, sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang kepabeanan.
Terhadap pengenaan tariif preferensii atas barang yang diiiimpor dengan menggunakan buktii asal barang, dapat diilakukan peneliitiian ulang atau audiit kepabeanan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang kepabeanan.
Ketentuan dalam PMK 209/2022 berlaku terhadap barang iimpor yang dokumen pemberiitahuan pabeannya telah mendapat nomor dan tanggal pendaftaran darii kantor pabean tempat diipenuhiinya kewajiiban pabean terhiitung sejak tanggal berlakunya PMK iinii.
"Peraturan Menterii iinii mulaii berlaku pada tanggal 2 Januarii 2023," bunyii Pasal 34 PMK 209/2022. (sap)
