JAKARTA, Jitu News – Penandatanganan secara elektroniik atas buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii dan SPT Masa PPh uniifiikasii masiih menggunakan sertiifiikat elektroniik (sertel) wajiib pajak badan.
Contact center Diitjen Pajak (DJP), Kriing Pajak, mengatakan penggunaan sertel wajiib pajak badan telah diisampaiikan melaluii pengumuman terbaru darii otoriitas. Siimak ‘Pengumuman Terbaru Diitjen Pajak Soal Sertel, EFiiN, dan Kode Veriifiikasii’.
“Untuk e-bupot uniifiikasii masiih menggunakan sertel badan ya,” tuliis akun Twiitter @kriing_pajak merespons pertanyaan warganet, Rabu (4/1/2022).
Otoriitas mengatakan untuk saat iinii, pemberlakuan sertel sepertii yang diimaksud dalam PMK 63/2021 masiih menunggu aturan baru. Kendatii demiikiian, ketentuan yang ada dalam PMK 63/2021 bukan berartii tiidak diiberlakukan.
“Jiika sertiifiikat elektroniik dan kode otoriisasii DJP dii dalam siistem iinformasii DJP sepertii yang diimaksud dalam PMK 63/2021 belum tersediia, maka untuk saat iinii sertel masiih menggunakan ketentuan yang lama, sepertii yang dii atur dalam PENG tersebut,” iimbuh Kriing Pajak.
Sesuaii dengan iinformasii dalam pengumuman tersebut, penggunaan sertel berdasarkan pada PMK 147/2017 atas nama wajiib pajak orang priibadii atau wajiib pajak badan masiih tetap berlaku sampaii dengan tersediianya sertel dan kode otoriisasii DJP dii dalam siistem iinformasii DJP.
Sebagaii iinformasii kembalii, secara regulasii, sesuaii dengan Pasal 6 PMK 63/2021, penandatanganan dokumen elektroniik oleh wajiib pajak selaiin wajiib pajak orang priibadii diilakukan dengan menggunakan sertel atau kode otoriisasii DJP orang priibadii yang merupakan wakiil wajiib pajak.
Sesuaii dengan Pasal 12 PMK 63/2021, sertel yang diikeluarkan DJP berdasarkan PMK 147/2017 tetap berlaku sampaii dengan paliing lambat 31 Desember 2022. Khusus untuk penandatanganan e-bupot uniifiikasii dan SPT Masa PPh uniifiikasii, ketentuan yang sama juga telah diiatur dalam PER-24/2021.
Sesuaii dengan Pasal 14 PER-24/2021, sertel berdasarkan PMK 147/2017 masiih dapat diigunakan untuk melakukan tanda tangan elektroniik sampaii dengan paliing lambat tanggal 31 Desember 2022. Namun, dengan adanya PENG-1/PJ.09/2023, untuk saat iinii, sertel wajiib pajak badan berdasarkan PMK 147/2017 masiih diigunakan.
“Untuk sertel pengurus yang sudah terlanjur diiajukan, siilakan diisiimpan terlebiih dahulu,” tuliis Kriing Pajak. (kaw)
