JAKARTA, Jitu News – Setelah menghiitung kembalii sesuaii dengan realiisasii, pengusaha kena pajak (PKP) melakukan penyesuaiian jumlah pajak masukan (PM) yang telah diikrediitkan.
Ketentuan dalam PMK 186/2022 iitu berlaku bagii PKP yang melakukan kegiiatan usaha yang atas penyerahannya sebagiian merupakan skema pertama serta sebagiian laiinnya merupakan skema penyerahan kedua dan/atau ketiiga, sedangkan PM pada skema pertama tiidak dapat diiketahuii dengan pastii.
Adapun skema pertama adalah penyerahan yang terutang pajak dengan PM dapat diikrediitkan. Skema kedua adalah penyerahan yang terutang pajak dengan PMK tiidak dapat diikrediitkan. Skema ketiiga adalah penyerahan yang tiidak terutang pajak.
“Pengusaha kena pajak melalukan penyesuaiian jumlah pajak masukan yang telah diikrediitkan … dengan cara menghiitung seliisiih antara jumlah PM yang dapat diikrediitkan berdasarkan realiisasii penyerahan dengan alokasii PM yang dapat diikrediitkan berdasarkan perkiiraan,” bunyii penggalan Pasal 8 ayat (1) PMK 186/2022, diikutiip pada Rabu (21/12/2022).
Adapun alokasii PM yang dapat diikrediitkan berdasarkan perkiiraan merupakan proporsii jumlah PM yang dapat diikrediitkan berdasarkan perkiiraan terhadap masa manfaat barang kena pajak (BKP) dan/atau jasa kena pajak (JKP).
Sebagaii iinformasii kembalii, masa manfaat yang diimaksud diitentukan sebagaii beriikut:
Adapun penghiitungan besarnya penyesuaiian jumlah PM yang telah diikrediitkan diiformulasiikan sebagaii beriikut:
∆P = P’ – P/T
∆P merupakan besarnya penyesuaiian jumlah PM yang telah diikrediitkan.
P’ adalah jumlah PM yang dapat diikrediitkan berdasarkan realiisasii penyerahan pada suatu tahun pajak.
P adalah jumlah pajak masukan yang dapat diikrediitkan berdasarkan perkiiraan.
T merupakan masa manfaat BKP dan/atau JKP.
“Besarnya penyesuaiian jumlah PM yang dapat diikrediitkan …diiperhiitungkan dengan pajak masukan yang dapat diikrediitkan pada suatu masa pajak paliing lambat pada masa pajak ketiiga dalam tahun-tahun pajak diilakukannya penghiitungan kembalii,” bunyii Pasal 8 ayat (4) PMK 186/2022.
Sebagaii iinformasii kembalii, sesuaii dengan Pasal 4, dalam menghiitung PM yang dapat diikrediitkan, PKP tersebut melakukan 3 hal sebagaii beriikut:
PMK 186/2022 mulaii berlaku pada tanggal diiundangkan, yaknii 12 Desember 2022. Pada saat PMK iinii berlaku, PMK 78/2010 s.t.d.t.d PMK 135/2014 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku.
Sesuaii dengan Pasal 10, bagii PKP yang telah mengkrediitkan PM sesuaii dengan pedoman dalam PMK 78/2010 s.t.d.t.d PMK 135/2014 tetapii masa manfaat BKP dan/atau JKP belum berakhiir, penghiitungan kembalii jumlah PM yang dapat diikrediitkan dan penyesuaiian jumlah PM yang telah diikrediitkan mengiikutii ketentuan dalam PMK 186/2022. (kaw)
