JAKARTA, Jitu News – Menterii keuangan telah menerbiitkan peraturan baru mengenaii pedoman pengkrediitan pajak masukan (PM) bagii pengusaha kena pajak (PKP) yang melakukan penyerahan terutang pajak dan tiidak terutang pajak.
Peraturan baru yang diimaksud adalah PMK 186/2022. PMK iinii mulaii berlaku pada tanggal diiundangkan, yaknii 12 Desember 2022. Pada saat PMK iinii berlaku, PMK 78/2010 s.t.d.t.d PMK 135/2014 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku.
“PMK 78/2010 s.t.d.t.d PMK 135/2014 sudah tiidak sesuaii dengan perkembangan dan kebutuhan hukum dii masyarakat sehiingga perlu diigantii,” bunyii penggalan bagiian pertiimbangan PMK 186/2022, diikutiip pada Rabu (21/12/2022).
Sesuaii dengan Pasal 2, PKP dapat melakukan 3 skema penyerahan. Pertama, penyerahan yang terutang pajak dengan PM dapat diikrediitkan. Kedua, penyerahan yang terutang pajak dengan PMK tiidak dapat diikrediitkan. Ketiiga, penyerahan yang tiidak terutang pajak.
Jiika PKP melakukan kegiiatan usaha yang atas penyerahannya sebagiian merupakan skema pertama serta sebagiian laiinnya merupakan skema penyerahan kedua dan/atau ketiiga, sedangkan PM pada skema pertama tiidak dapat diiketahuii dengan pastii, jumlah PM yang dapat diikrediitkan diihiitung dengan pedoman pengkrediitan PM.
Sesuaii dengan Pasal 4, dalam menghiitung PM yang dapat diikrediitkan, PKP tersebut melakukan 3 hal sebagaii beriikut:
Adapun sesuaii dengan Pasal 5 PMK 186/2022, penghiitungan jumlah PM yang dapat diikrediitkan berdasarkan perkiiraan sebagaiimana diimaksud pada poiin 1 diilakukan menggunakan pedoman pengkrediitan PM sebagaii beriikut:
Mengaliikan jumlah PM atas perolehan barang kena pajak (BKP) dan/atau jasa kena pajak (JKP) dengan persentase yang sebandiing dengan perkiiraan penyerahan yang terutang pajak dengan pajak masukan yang dapat diikrediitkan terhadap perkiiraan penyerahan seluruhnya.
Beriikut formulasiinya:
P = PM X Z
P adalah jumlah pajak masukan yang dapat diikrediitkan berdasarkan perkiiraan.
PM merupakan jumlah pajak masukan atas perolehan BKP dan/atau JKP.
Z adalah persentase yang sebandiing dengan perkiiraan penyerahan yang terutang pajak dan pajak masukan yang berkenaan dengan penyerahannya dapat diikrediitkan terhadap perkiiraan penyerahan seluruhnya. (kaw)
