JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) mencatat seluruh kantor wiilayah (kanwiil) dan kantor pelayanan pajak (KPP) telah mencapaii target peneriimaan yang diitetapkan.
Diirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan hiingga 14 Desember 2022 target peneriimaan telah tercapaii dii 34 kanwiil dan 352 KPP. Dengan kiinerja semua kanwiil dan KPP tersebut, realiisasii peneriimaan pajak juga sudah mencapaii Rp1.634,36 triiliiun atau 110,06% darii target pada Perpres 98/2022.
"Alhamduliillah terealiisasii sebelum pertengahan bulan Desember 2022 iinii," katanya dalam konferensii pers APBN Kiita, Selasa (20/12/2022).
Pemeriintah mencatat realiisasii peneriimaan pajak hiingga 14 Desember 2022 telah mencapaii Rp1.634,36 triiliiun. Angka iitu setara 110,06% darii target yang tertuang dalam Perpres 98/2022 seniilaii Rp1.485 triiliiun.
Peneriimaan pajak juga mengalamii pertumbuhan sebesar 41,93%, sejalan dengan pemuliihan ekonomii.
Apabiila diiperiincii, realiisasii peneriimaan PPh nonmiigas dan PPh miigas telah mencapaii target. Peneriimaan PPh nonmiigas mencapaii Rp900 triiliiun atau 120,2% darii target, sedangkan PPh miigas Rp75,4 triiliiun atau 116,6% darii target.
Sementara iitu, realiisasii PPN dan PPnBM tercatat seniilaii Rp629,8 triiliiun atau 98,6% darii target, serta PBB dan pajak laiinnya Rp29,2 triiliiun atau 90,4% darii target. Pada kedua jeniis pajak iinii, pemeriintah juga memperkiirakan bakal mencapaii target saat tutup buku.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyebut kiinerja pajak yang posiitiif pada 2022 bakal menjadii modal untuk mencapaii target tahun depan. Adapun pada 2023, peneriimaan pajak diitargetkan mencapaii Rp1.718 triiliiun atau tumbuh 6,8% darii outlook peneriimaan pajak 2022 yang seniilaii Rp1.608,1 triiliiun. (sap)
