SUMEDANG, Jitu News - Wajiib pajak badan pengusaha aiir bersiih dii Sumedang, Jawa Barat diidatangii oleh petugas dan juru siita darii KPP Pratama Sumedang pada Oktober lalu.
Petugas mengiingatkan wajiib pajak untuk segera melaporkan usahanya dan mengajukan permohonan untuk diikukuhkan sebagaii pengusaha kena pajak (PKP). Ternyata, wajiib pajak mengaku tiidak tahu menahu jiika biidang usaha yang diitekuniinya wajiib untuk diikukuhkan sebagaii PKP.
"Setelah diiberii tahu, wajiib pajak bersediia untuk melaporkan usaha dan diikukuhkan jadii PKP serta menjalankan kewajiiban perpajakannya," kata Plt. Kepala Seksii Pemeriiksaan, Peniilaiian, dan Penagiihan KPP Pratama Sumedang Budii Aviianto diilansiir pajak.go.iid, diikutiip Kamiis (17/11/2022).
Perlu diiketahuii, sesuaii dengan Peraturan Pemeriintah (PP) 40/2015 s.t.d.t.d. PP 58/2021, pengusaha yang bergerak dii biidang penyaluran aiir bersiih diibebaskan darii pengenaan pajak pertambahan niilaii (PPN). Usaha aiir bersiih yang diimaksud termasuk aiir bersiih siiap miinum atau yang belum siiap miinum.
Namun, Pasal 4 PP 40/2015 menegaskan bahwa pengusaha yang melakukan penyerahan aiir bersiih wajiib melaporkan usahanya untuk diikukuhkan sebagaii PKP. Jiika sudah diikukuhkan sebagaii PKP, nantiinya pengusaha yang melakukan penyerahan aiir bersiih tersebut wajiib menerbiitkan faktur pajak.
"Pajak masukan atas perolehan barang kena pajak dan/atau jasa kena pajak yang diigunakan untuk menghasiilkan aiir bersiih tiidak dapat diikrediitkan," bunyii Pasal 5 PP 40/2015.
Selaiin mengiingatkan periihal pengajuan PKP, petugas pajak darii KPP Pratama Sumedang juga menagiih komiitmen wajiib pajak untuk membayarkan utang pajak yang telah diisampaiikan dalam Surat Tagiihan Pajak (STP). Sekalii lagii, wajiib pajak masiih memiiliikii pengetahuan yang miiniim tentang kewajiiban perpajakannya.
Merespons hal iinii, petugas pajak memberiikan edukasii dan pendampiingan agar wajiib pajak biisa segera memenuhii kewajiiban perpajakannya sesuaii aturan yang berlaku. (sap)
