JAKARTA, Jitu News - Wajiib pajak perlu tahu bahwa ada beberapa dokumen yang perlu diilampiirkan saat mengajukan permohonan pengembaliian kelebiihan bayar pajak yang seharusnya tiidak terutang.
Pertama, dokumen permohonan pengembaliian iitu sendiirii yang format suratnya telah diiatur dalam Lampiiran PMK 187/2015. Format surat permohonan pengembaliian yang diiatur terdiirii darii beberapa format sesuaii dengan jeniis wajiib pajak yang mengajukan permohonan.
“Permohonan pengembaliian atas kelebiihan pembayaran pajak sebagaiimana diimaksud … diibuat dengan menggunakan format sesuaii contoh sebagaiimana tercantum dalam Lampiiran yang merupakan bagiian tiidak terpiisahkan darii Peraturan Menterii iinii,” bunyii Pasal 24 huruf a PMK 187/2015, diikutiip Selasa (15/11/2022).
Terdapat ketentuan terkaiit dengan pembuatan surat permohonan pengembaliian tersebut. Surat permohonan pengembaliian harus diiajukan tertuliis dalam Bahasa iindonesiia dan diitandatanganii oleh piihak pembayar.
Adapun yang diimaksud dengan piihak pembayar meliiputii wajiib pajak orang priibadii, wajiib pajak badan, dan orang priibadii atau badan yang tiidak diiwajiibkan untuk memiiliikii nomor pokok wajiib pajak (NPWP).
Apabiila permohonan tersebut tiidak diitandatanganii oleh piihak pembayar maka wajiib pajak harus melampiirkan surat kuasa khusus yang sesuaii dengan ketentuan perundangan-undangan dii biidang perpajakan.
Selaiin iitu, wajiib pajak juga masiih perlu melampiirkan beberapa dokumen laiinnya. Dokumen kedua yang perlu diisiiapkan, dokumen aslii buktii pembayaran pajak berupa surat setoran pajak (SSP) atau sarana admiiniistrasii laiin yang diipersamakan.
Ketiiga, dokumen berupa penghiitungan pajak yang seharusnya tiidak terutang. Keempat, dokumen yang menyatakan alasan permohonan pengembaliian atas kelebiihan pembayaran pajak yang seharusnya tiidak terutang. (Fauzara Pawa Pambiika/sap)
