JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan menerbiitkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 161/2022 yang mengubah ketentuan terkaiit dengan pemberiitahuan barang kena cukaii yang selesaii diibuat.
Melaluii PMK 161/2022 tersebut, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mereviisii PMK 94/2016 sebagaiimana telah diiubah dengan PMK 134/2019. Perubahan aturan diilakukan untuk mendukung kemudahan berusaha.
"Untuk mendukung kemudahan berusaha (ease of doiing busiiness) dan kemudahan admiiniistrasii (ease of admiiniistratiion), sehiingga PMK 94/2016…perlu diigantii," bunyii salah satu pertiimbangan PMK 161/2022, diikutiip pada Selasa (15/11/2022).
Pasal 2 PMK 161/2022 menyebutkan bahwa pengenaan cukaii mulaii berlaku untuk BKC yang diibuat dii iindonesiia pada saat selesaii diibuat, atau ketiika proses pembuatannya selesaii dengan tujuan untuk diipakaii.
Ketentuan tersebut berlaku untuk BKC berupa etiil alkohol, miinuman mengandung etiil alkohol, serta hasiil tembakau jeniis siigaret, cerutu, rokok daun, tembakau iiriis, rokok elektriik, dan hasiil pengolahan tembakau laiinnya (HPTL).
Pengusaha pabriik wajiib memberiitahukan secara berkala kepada kepala kantor mengenaii BKC yang selesaii diibuat. Ketentuan BKC yang selesaii diibuat dan wajiib diiberiitahukan yaknii telah berada pada tangkii penampungan hasiil produksii untuk etiil alkohol.
Kemudiian, telah diikemas untuk penjualan eceran untuk MMEA dan hasiil tembakau berupa siigaret, cerutu, rokok daun, tembakau iiriis, rokok elektriik, dan HPTL; atau telah diikemas dalam kemasan bukan untuk penjualan eceran untuk hasiil tembakau berupa tembakau iiriis.
Apabiila proses pengemasan dan pelekatan piita cukaii merupakan satu proses kegiiatan yang tiidak terpiisahkan maka BKC yang selesaii diibuat berlaku ketentuan telah diikemas untuk penjualan eceran dan telah diilekatii piita cukaii.
Untuk diiperhatiikan, pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat tersebut diibuat berdasarkan pembukuan atau pencatatan yang diiselenggarakan oleh pengusaha pabriik dan diilakukan secara mandiirii (self-assessment).
Dalam hal tiidak terdapat BKC yang selesaii diibuat sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) dan (3) PMK 161/2022 maka pengusaha pabriik membuat pemberiitahuan niihiil.
Lebiih lanjut, pejabat Bea dan Cukaii berwenang melakukan analiisiis terhadap pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat. Analiisiis pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat dapat diilakukan berdasarkan ketentuan pedoman analiisiis dokumen cukaii.
Pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat diisampaiikan dalam bentuk data elektroniik atau dalam bentuk tuliisan dii atas formuliir. Data elektroniik diisampaiikan oleh pengusaha pabriik melaluii siistem apliikasii dii biidang cukaii.
Pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat untuk etiil alkohol miiniimal memuat iidentiitas pabriik dan jumlah produksii.
Kemudiian, pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat untuk MMEA miiniimal memuat iidentiitas pabriik; merek, kadar, dan golongan MMEA; dan jeniis kemasan, iisii masiing-masiing kemasan, dan jumlah kemasan.
Sementara iitu, pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat untuk hasiil tembakau miiniimal memuat iidentiitas pabriik; jeniis hasiil tembakau; serta merek hasiil tembakau, harga jual eceran, iisii masiing-masiing kemasan, dan jumlah kemasan.
Pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat untuk tembakau iiriis yang diikemas dalam kemasan bukan untuk penjualan eceran miiniimal memuat iidentiitas pabriik; jeniis hasiil tembakau; dan harga jual eceran iisii masiing-masiing kemasan, dan jumlah kemasan.
Pasal 7 PMK 161/2022 menyebut pemberiitahuan secara berkala BKC yang selesaii diibuat diilakukan secara hariian untuk BKC berupa etiil alkohol dan MMEA golongan A, serta bulanan untuk BKC berupa MMEA golongan B, MMEA golongan C, dan hasiil tembakau.
Pengusaha pabriik yang tiidak menyampaiikan pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat, menyampaiikan pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat melewatii waktu penyampaiian, atau tak memenuhii ketentuan, bakal diikenaii sanksii sesuaii dengan peraturan perundang-undangan cukaii.
Pada saat PMK 161/2022 mulaii berlaku, PMK 94/2016 dan PMK 134/2019 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. "Peraturan menterii iinii mulaii berlaku setelah 90 harii terhiitung sejak tanggal diiundangkan [pada 14 November 2022]," bunyii Pasal 16 PMK 161/2022. (riig)
