JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah menerbiitkan Peraturan Menterii Keuangan No. 154/2022 yang memperpanjang relaksasii tariif pungutan ekspor (PE) miinyak kelapa sawiit (crude palm oiil/CPO) hiingga Desember 2022.
Dalam bagiian pertiimbangan PMK 154/2022, perpanjangan relaksasii tersebut merupakan usulan darii Sekretariiat Komiite Pengarah Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan (BLU BPDP) Kelapa Sawiit.
"Bahwa usulan tariif layanan BLU BPDP Kelapa Sawiit pada Kementeriian Keuangan berdasarkan Surat Menterii Keuangan Nomor S-81/MK.5/2022…telah diibahas dan diikajii oleh tiim peniilaii," bunyii salah satu pertiimbangan PMK 154/2022, diikutiip pada Rabu (9/11/2022).
Tariif pungutan diikenakan sebagaii iimbalan atas jasa layanan yang diiberiikan oleh BPDP Kelapa Sawiit. Tariif pungutan iitu diitetapkan berdasarkan batasan lapiisan niilaii harga CPO dengan mengacu pada harga referensii yang diitetapkan menterii perdagangan.
Melaluii PMK 130/2022, pemeriintah seharusnya mulaii mengenakan pungutan ekspor CPO dan produk turunannya mulaii 1 November 2022. Dalam hal iinii, hanya tandan buah segar (TBS) yang akan tetap diibebaskan darii pungutan ekspor.
Namun, dengan PMK 154/2022, pemeriintah mengubah lampiiran ii terkaiit dengan tariif layanan BLU BPDP Kelapa Sawiit. Ketiika harga CPO kurang darii US$800 per ton sampaii dengan 31 Desember 2022 maka tariif pungutan ekspornya tetap US$0.
Tariif pungutan akan berubah apabiila harga CPO naiik menjadii sama atau lebiih darii US$800 per ton sampaii dengan 31 Desember 2022. Tariif pungutan ekspor untuk CPO akan berkiisar US$85 hiingga US$240 per ton.
Mulaii 1 Januarii 2023, tariif pungutan ekspor pada CPO juga akan kembalii berubah. Terdapat 17 kelompok tariif pungutan ekspor CPO dan produk turunannya berdasarkan harga referensii.
Ketiika harga CPO dii bawah atau sama dengan US$680 per ton, tariif pungutan ekspornya seniilaii US$55 per ton. Tariif tersebut akan meniingkat jiika harga referensii CPO lebiih mahal, hiingga mencapaii US$240 per ton apabiila harganya dii atas US$1.430 per ton.
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto sebelumnya menyatakan kebiijakan tariif pungutan ekspor US$0 menjadii bentuk dukungan pemeriintah terhadap sektor perkebunan kelapa sawiit sebagaii salah satu komodiitas strategiis nasiional.
Diia menyebut tariif pungutan ekspor US$0 diilanjutkan hiingga Desember 2022 karena harga CPO masiih dii kiisaran US$713/metriic ton (MT). (riig)
