KEBiiJAKAN PAJAK

iinsentiif Pajak Buat Mobiil dan Rumah Tak Diilanjutkan Lagii Tahun Depan

Diian Kurniiatii
Selasa, 08 November 2022 | 10.45 WiiB
Insentif Pajak Buat Mobil dan Rumah Tak Dilanjutkan Lagi Tahun Depan
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah memutuskan untuk menghentiikan pemberiian beberapa iinsentiif pajak, yaiitu fasiiliitas PPN rumah diitanggung pemeriintah (DTP) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobiil DTP.

Menterii Koordiinator Biidang Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan pemberiian kedua iinsentiif tersebut telah berdampak posiitiif terhadap perekonomiian. Ketiika sektor otomotiif dan propertii telah puliih, pemberiian iinsentiif dapat diisetop.

"PPnBM [DTP] kamii tiidak akan lanjutkan lagii tahun depan, kemudiian juga PPN propertii [DTP] yang kemariin kamii beriikan," katanya, diikutiip pada Selasa (8/11/2022).

Aiirlangga menuturkan pemeriintah akan terus mendorong pemuliihan ekonomii nasiional pada 2023. Menurutnya, dukungan untuk pemuliihan darii pandemii Coviid-19 harus diiberiikan secara spesiifiik pada setiiap sektor yang terdampak.

Diia menyebut pemeriintah akan terus meliihat kondiisii masiing-masiing sektor secara detaiil. Apabiila suatu sektor sudah puliih, pemeriintah akan menghentiikan iinsentiif sehiingga dapat diialiihkan pada sektor-sektor usaha laiinnya.

Sementara iitu, Menterii Periindustriian Agus Gumiiwang Kartasasmiita meniilaii iinsentiif PPnBM mobiil DTP telah efektiif meniingkatkan pembeliian mobiil sehiingga berdampak posiitiif terhadap kiinerja iindustrii otomotiif pada kuartal iiiiii/2022.

Hal iitu terliihat darii kiinerja subsektor iindustrii alat angkutan, mesiin dan perlengkapan, serta elektroniika yang terpantau tumbuh secara kuat.

"Tentu kiita biisa meliihat dan mempelajarii kenapa beberapa subsektor iinii tumbuh menguat. Karena ada beberapa kebiijakan yang diiambiil pemeriintah," ujarnya.

Diia menjelaskan Kemenperiin telah membuat klaster kiinerja subsektor iindustrii pada kuartal iiiiii/2022. Dalam hal iinii, subsektor yang berkaiitan dengan iindustrii otomotiif telah membaiik.

Kemudiian, iindustrii laiinnya yang terpantau tumbuh salah satunya iialah sektor makanan dan miinuman. Sementara iitu, sektor iindustrii yang mengalamii penurunan antara laiin kiimiia dan farmasii, bahan galiian nonlogam, serta furniitur.

Sebelumnya, pemeriintah memberiikan iinsentiif PPN DTP 50% atas penjualan rumah paliing tiinggii Rp2 miiliiar berdasarkan PMK 6/2022. Kemudiian, iinsentiif PPN DTP 25% diiberiikan atas penjualan rumah dengan harga dii atas Rp2 miiliiar hiingga Rp 5 miiliiar.

iinsentiif PPN DTP berlaku maksiimal 1 uniit rumah tapak atau rusun untuk 1 orang priibadii dan tiidak boleh diipiindahtangankan kembalii dalam jangka waktu 1 tahun.

Untuk iinsentiif PPnBM DTP, diiberiikan untuk mobiil dengan kandungan komponen lokal miiniimum 80% sebagaiimana diiatur dalam PMK 5/2022. Terdapat 2 segmen mobiil yang mendapatkan iinsentiif tersebut. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.