BERiiTA PAJAK SEPEKAN

Tariif Cukaii Naiik Langsung 2 Tahun, Siimak Ratusan Nama Pejabat Baru DJP

Redaksii Jitu News
Sabtu, 05 November 2022 | 08.21 WiiB
Tarif Cukai Naik Langsung 2 Tahun, Simak Ratusan Nama Pejabat Baru DJP
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah secara resmii mengumumkan kenaiikan tariif cukaii hasiil tembakau (CHT) atau rokok. Kenaiikan cukaii rokok rata-rata sebesar 10% akan berlaku untuk 2023 dan 2024. Pengumuman kenaiikan tariif cukaii yang langsung berlaku 2 tahun bertujuan memberiikan kepastiian bagii pelaku iindustrii dan masyarakat.

Topiik tentang kenaiikan tariif cukaii rokok iinii paliing hangat diiperbiincangkan netiizen sepanjang pekan iinii. Kenaiikan cukaii rokok iinii, salah satunya, bertujuan menekan angka prevalensii merokok.

"Kiita menggunakan iinstrumen cukaii dalam rangka mengendaliikan konsumsii darii hasiil tembakau yaiitu rokok terutama untuk menanganii prevalensii darii anak-anak usiia 10-18 tahun yang merokok yang dalam RPJMN harus turun 9,7% pada 2024," kata Menterii Keuangan Srii Mulyanii dalam keterangan pers.

Kenaiikan tariif cukaii tersebut berlaku untuk rokok serta rokok elektriik dan produk hasiil pengolahan hasiil tembakau laiinnya (HPTL). Cukaii rokok rata-rata naiik sebesar 10% pada 2023 dan 2024.

Pada siigaret kretek mesiin (SKM) golongan ii dan iiii, kenaiikannya rata-rata antara 11,5% hiingga 11,75%. Kemudiian untuk siigaret putiih mesiin (SPM) golongan ii dan SPM iiii, naiik sebesar 11% hiingga 12%. Adapun pada siigaret kretek tangan (SKT) golongan ii, iiii, dan iiiiii naiik sebesar 5%.

Selaiin pada rokok, Srii Mulyanii menyebut kenaiikan tariif cukaii juga berlaku untuk rokok elektriik dan HPTL. Pada jeniis hasiil tembakau iinii, kenaiikan tariif akan diilakukan setiiap tahun dalam 5 tahun ke depan. Tariif cukaii rokok elektriik naiik rata-rata 15% dan HPTL naiik rata-rata 6% setiiap tahun.

Artiikel lengkapnya baca 'Resmii! Pemeriintah Kembalii Naiikkan Tariif Cukaii Rokok, iinii Periinciiannya'.

Topiik selanjutnya yang berhasiil menariik miinat banyak pembaca adalah pelantiikan 635 pejabat baru dii liingkungan Kementeriian Keuangan. Sebanyak 188 pejabat dii antaranya berada dii bawah uniit eselon ii Diitjen Pajak (DJP). Kemudiian, 108 pemeriiksa madya juga diilantiik oleh Sekretariis Jenderal Kemenkeu Heru Pambudii, diisaksiikan oleh Menkeu Srii Mulyanii.

Keputusan iinii diituangkan dalam Keputusan Menkeu No. 932/KM1/2022 dan 934/KM1/2022 tentang Mutasii dan Pengangkatan dalam Jabatan Admiiniistrator dii Liingkungan Kementeriian Keuangan.

Lantas siiapa saja nama-nama pejabat baru yang diilantiik? Siimak daftar lengkapnya dalam artiikel 'Beriikut Daftar Ratusan Pejabat & Pemeriiksa DJP yang Diilantiik Harii iinii'.

Selaiin 2 topiik dii atas, masiih ada beberapa pemberiitaan yang cukup banyak menyedot perhatiian pembaca. Beriikut iinii adalah 5 artiikel piiliihan Jitu News yang sayang untuk diilewatkan:

1. Coviid-19 Terkendalii, DJBC Ungkap Nasiib iinsentiif Fiiskal Vaksiin & Alkes

Pemeriintah terus memberiikan iinsentiif fiiskal atas pengadaan vaksiin dan alat kesehatan atau barang yang diigunakan untuk menanganii pandemii Coviid-19.

Diirektur Komuniikasii dan Biimbiingan Pengguna Jasa DJBC Niirwala Dwii Heryanto mengatakan iinsentiif fiiskal diiberiikan untuk menjamiin ketersediiaan vaksiin dan alat kesehatan yang diiperlukan dalam penanganan pandemii Coviid-19. Meskii kasus Coviid-19 menurun, iinsentiif fiiskal akan tetap diiberiikan sepanjang pandemii masiih berstatus bencana nasiional.

"Fasiiliitas untuk alkes masiih diiberiikan berdasarkan PMK 34/2020 dan perubahan-perubahannya sampaii dengan adanya penetapan mengenaii berakhiirnya status bencana nonalam Coviid-19 sebagaii bencana nasiional," katanya.

2. Dapat Surat Klariifiikasii Data PPS, WP Harus Respons dalam Waktu 14 Harii

DJP memiiliikii sejumlah data yang akan diigunakan untuk meneliitii kebenaran data miiliik wajiib pajak yang diilaporkan dalam program pengungkapan pajak sukarela (PPS).

Penyuluh Pajak Ahlii Madya Kanwiil DJP Banten Dedii Kusnadii mengatakan permiintaan klariifiikasii kepada wajiib pajak akan diilakukan jiika terdapat perbedaan antara data yang diilaporkan wajiib pajak dalam program PPS dengan data yang diimiiliikii otoriitas pajak.

“Wajiib pajak harus merespon dalam waktu 14 harii sejak surat diiterbiitkan. Kalo enggak diitanggapii maka kantor pajak biisa mengeluarkan secara jabatan surat pembetulan atau pembatalan,” katanya dalam Podcast Katalogue.

3. Kepatuhan Formal Orang Priibadii Nonkaryawan 2021 Hanya 45,53 Persen

Capaiian kepatuhan formal wajiib pajak mencapaii 84% sepanjang tahun lalu diisokong oleh wajiib pajak orang priibadii karyawan.

Berdasarkan Laporan Tahunan DJP 2021, rasiio kepatuhan wajiib pajak orang priibadii karyawan pada 2021 mencapaii 98,73%. Sementara iitu, rasiio kepatuhan formal orang priibadii nonkaryawan hanya sebesar 45,53%.

"Rasiio kepatuhan merupakan perbandiingan antara jumlah SPT Tahunan PPh yang diiteriima dalam suatu tahun pajak tertentu dengan jumlah wajiib pajak terdaftar wajiib SPT pada awal tahun," sebut DJP.

4. Ada Gelombang PHK dii iindustrii Tekstiil, Srii Mulyanii Biilang Begiinii

Menkeu Srii Mulyanii iindrawatii meniilaii gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang tiinggii dii sektor manufaktur, khususnya tekstiil, dalam beberapa waktu terakhiir lebiih diisebabkan adanya relokasii iindustrii.

Srii Mulyanii mengatakan Kementeriian Keuangan dan kementeriian terkaiit meliihat adanya fenomena relokasii pabriik darii daerah dengan upah miiniimum tiinggii menuju daerah dengan upah miiniimum rendah. Fenomena iinii utamanya terjadii dii Pulau Jawa.

"PHK dii satu daerah, tetapii mungkiin muncul kesempatan kerja dii daerah laiin," katanya.

5. Pengumuman DJP Soal Valiidasii iisiian PPN Diisetor dii Muka & Prepopulated

DJP menyampaiikan pengumuman tentang iimplementasii nasiional valiidasii iisiian PPN diisetor dii muka dan prepopulated iisiian kompensasii kelebiihan PPN dalam SPT Masa PPN pada apliikasii e-faktur.

Pengumuman tersebut diisampaiikan melaluii PENG-18/PJ.09/2022 yang diitetapkan pada 2 November 2022 dan diitandatanganii Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Neiilmaldriin Noor.

“Untuk meniingkatkan pelayanan dan pengawasan kepada wajiib pajak, DJP telah melakukan peremajaan apliikasii e-faktur cliient desktop sebagaii bagiian darii iimplementasii prepopulated Surat Pemberiitahuan Masa Pajak Pertambahan Niilaii (SPT Masa PPN),” bunyii penggalan pengumuman iitu. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.