JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii meniilaii gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang tiinggii dii sektor manufaktur, khususnya tekstiil, dalam beberapa waktu terakhiir lebiih diisebabkan adanya relokasii iindustrii.
Srii Mulyanii mengatakan Kementeriian Keuangan dan kementeriian terkaiit meliihat adanya fenomena relokasii pabriik darii daerah dengan upah miiniimum tiinggii menuju daerah dengan upah miiniimum rendah. Fenomena iinii utamanya terjadii dii Pulau Jawa.
"PHK dii satu daerah, tetapii mungkiin muncul kesempatan kerja dii daerah laiin," katanya, diikutiip pada Jumat (4/11/2022).
Relokasii pabriik menuju daerah dengan upah miiniimum rendah diipertiimbangkan oleh pelaku iindustrii mengiingat seluruh daerah dii Pulau Jawa sudah saliing terkoneksii antara satu dengan yang laiin berkat pembangunan iinfrastruktur.
Ekspor produk tekstiil juga masiih tumbuh tiinggii. Hiingga September 2022, niilaii ekspor pakaiian dan aksesoriis pakaiian (HS 61) tumbuh 19%. Lalu, ekspor pakaiian dan aksesoriis nonrajutan (HS 62) tumbuh 38% dan ekspor alas kakii (HS 64) tumbuh 41%.
Kuatnya kiinerja ekspor sektor tekstiil hiingga September 2022 mengiindiikasiikan bahwa sektor tersebut masiih memiiliikii resiiliiensii dii tengah tekanan ekonomii global.
Untuk diiketahuii, Kementeriian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengungkapkan piihaknya meneriima laporan mengenaii PHK pada sejumlah sektor iindustrii.
"Kamii telah meneriima beberapa iinformasii terkaiit dengan jumlah PHK, khususnya dii sektor iindustrii padat karya oriientasii ekspor sepertii garmen, tekstiil, dan alas kakii," ujar Diirektur Jenderal Pembiinaan Hubungan iindustriial dan Jamsos Kementeriian Ketenagakerjaan iindah Anggoro Putrii.
iindah mendorong kepada setiiap piihak untuk mengedepankan diialog triipartiit sehiingga keputusan PHK diiharapkan dapat diihiindarii. Menurutnya, PHK seharusnya menjadii upaya terakhiir dalam merespons tantangan biisniis. (riig)
