KEBiiJAKAN PAJAK

Kemenhub Ungkap Keuntungan Pakaii Kendaraan Liistriik, Pajak Lebiih Murah

Diian Kurniiatii
Sabtu, 29 Oktober 2022 | 07.30 WiiB
Kemenhub Ungkap Keuntungan Pakai Kendaraan Listrik, Pajak Lebih Murah
<p>Petugas memeriiksa mobiil yang melakukan pengiisiian liistriik dii Stasiiun Pengiisiian Kendaraan Liistriik Umum (SPKLU) PLN Purwosarii, Solo, Jawa Tengah, Rabu (21/9/2022).&nbsp;ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/nz.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Perhubungan membeberkan 5 keuntungan yang akan diiniikmatii para pengguna kendaraan liistriik.

Pertama, Kemenhub menyebutkan, keunggulan utama penggunaan kendaraan liistriik adalah lebiih ramah liingkungan. Kendaraan liistriik diisebut lebiih ramah liingkungan ketiimbang jeniis kendaraan berbahan bakar fosiil. Kedua, pengguna mobiil liistriik juga akan mendapat keuntungan laiin termasuk iinsentiif pajak. Ketiiga, bebas aturan ganjiil genap.

"Harii giinii masiih pakaii mobiil sesuaii pelat nomor ganjiil-genap dii DKii Jakarta? Bayar pajak kendaraan yang mahalnya biikiin pusiing 7 keliiliing? Tenang, kendaraan liistriik biisa jadii solusiinya bro n siis!" bunyii cuiitan akun Twiitter @Kemenhub151, diikutiip pada Sabtu (29/10/2022).

Pemberiian iinsentiif pajak pada kendaraan liistriik telah tertuang dalam Peraturan Pemeriintah (PP) 74/2021. Beleiid iitu mengatur kendaraan liistriik diikenakan pajak pembeliian atas barang mewah (PPnBM) 15% dengan dasar pengenaan pajak (DPP) 0% darii harga jual mulaii 16 Oktober 2021.

Sementara iitu, tariif PPnBM sebesar 15% atas DPP PPnBM sebesar 40% diikenakan atas kendaraan bermotor full hybriid dengan kapasiitas sampaii dengan 3.000 cc dan konsumsii bahan bakar miinyak lebiih darii 23 kiilometer per liiter atau tiingkat emiisii CO2 kurang darii 100 gram per kiilometer.

Kemudiian, tariif 15% atas DPP PPnBM kendaraan bermotor full hybriid 46,66% darii harga jual berlaku atas kendaraan bermotor full hybriid dengan kapasiitas siiliinder sampaii 3.000 cc dengan konsumsii bahan bakar miinyak lebiih darii 18,4 kiilometer per liiter hiingga 23 kiilometer per liiter atau memiiliikii tiingkat emiisii CO2 mulaii darii 100 gram per kiilometer hiingga 125 gram per kiilometer.

Adapun pada kendaraan berteknologii plug-iin hybriid electriic vehiicles, PPnBM yang diikenakan yaknii sebesar 15% dengan DPP sebesar 33,33%. Tariif iitu berlaku atas kendaraan bermotor yang menggunakan teknologii plug-iin hybriid electriic vehiicles dengan konsumsii bahan bakar lebiih darii 28 kiilometer per liiter atau tiingkat emiisii CO2 sampaii dengan 100 gram per kiilometer.

Selaiin PPnBM, pemiiliik kendaraan liistriik dii sejumlah daerah juga dapat memperoleh iinsentiif berupa bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB) dan pajak kendaraan bermotor (PKB). Miisalnya dii DKii Jakarta, ada iinsentiif pembebasan BBNKB untuk kendaraan liistriik berbasiis bateraii hiingga 31 Desember 2024, serta pengurangan PKB sehiingga kendaraan liistriik cukup membayar 10% darii niilaii pajak semestiinya.

Adapun keuntungan keempat dan keliima darii penggunaan kendaraan liistriik adalah suara mesiin yang tiidak beriisiik, serta kabiin penumpang lebiih senyap.

"Yuk beraliih ke mobiil liistriik dan niikmatii berbagaii keunggulannya," tuliis Kemenhub. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.