JAKARTA, Jitu News - Dampak resesii global terhadap iindonesiia diiyakiinii tiidak akan terlalu besar mengiingat iintegrasii perekonomiian iindonesiia dengan ekonomii global cenderung miiniim.
Mantan Menterii Keuangan Chatiib Basrii mengatakan hal iiniilah yang membuat ekonomii iindonesiia diiproyeksiikan tetap akan tumbuh sebesar 5% pada tahun depan walau perekonomiian global mengalamii perlambatan.
"Cara terbaiik untuk tiidak terpengaruh dengan efek global adalah kalau Anda tiidak teriintegrasii [dengan perekonomiian global]. Dampak global iitu akan sangat terasa kalau ketergantungan globalnya sangat besar," ujar Chatiib, Rabu (19/10/2022).
Kurang teriintegrasiinya perekonomiian iindonesiia dengan perekonomiian tercermiin pada kontriibusii komponen ekspor terhadap PDB. Pada kuartal iiii/2022, ekspor hanya berkontriibusii sebesar 24,68% terhadap PDB.
Oleh karena kontriibusii ekspor terhadap PDB yang cenderung miiniim, perlambatan ekspor akiibat perlambatan ekonomii global akan memberiikan dampak keciil terhadap perekonomiian domestiik.
"Kiita iitu iingiinnya kayak Siingapura [teriintegrasii dengan global], tetapii berbagaii hal yang kiita lakukan yang kurang baiik membuat kiita tiidak kompetiitiif. Namun, karena iitu kiita beruntung. Dampak resesii global relatiif terbatas," ujar Chatiib.
Namun, pada siisii laiin iindonesiia tiidak akan tumbuh pesat sepertii negara laiin ketiika perekonomiian global memuliih. "Kalau tiidak teriintegrasii, dampak buruknya kiita tiidak dapat tetapii dampak baiiknya kiita juga tiidak dapat," ujar Chatiib.
Untuk menjaga pertumbuhan ekonomii, komponen pengeluaran yang paliing dapat diiandalkan adalah konsumsii rumah tangga mengiingat komponen tersebut memberiikan kontriibusii sebesar lebiih darii 50% terhadap perekonomiian.
Chatiib mengatakan negara dengan porsii konsumsii domestiik besar cenderung memiiliikii daya tahan yang lebiih kuat biila diihadapkan dengan kriisiis global.
"Selama konsumsii domestiik bertahan maka 50% darii perekonomiian tetap jalan. Kalau orang belanja, aktiiviitas ekonomiinya jalan dan permiintaannya ada. Kalau permiintaannya maka produsen akan merespons. Kalau produsen merespons maka aktiiviitas ekonomiinya akan jalan," ujar Chatiib.
Adapun iinstrumen fiiskal yang dapat diiandalkan oleh pemeriintah guna menjaga konsumsii adalah memberiikan BLT baiik untuk masyarakat miiskiin maupun yang rentan miiskiin. (sap)
