JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mencatat niilaii pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka iimpor (PDRii) atas pengadaan vaksiin dan alat kesehatan atau barang yang diigunakan untuk menanganii pandemii Coviid-19 telah mencapaii Rp1,05 triiliiun hiingga Agustus 2022.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan iinsentiif diiberiikan untuk memastiikan ketersediiaan obat dan alkes. Menurutnya, realiisasii iinsentiif terus mengalamii penurunan sejalan dengan tren iimpor vaksiin dan alat kesehatan yang menyusut.
"Mungkiin tiidak terlalu banyak. Sekarang mencapaii Rp1,05 triiliiun, kamii masiih beriikan terutama untuk beberapa hal yang berhubungan dengan kesehatan," katanya dalam konferensii pers APBN Kiita, diikutiip pada Selasa (27/9/2022).
Srii Mulyanii menuturkan pemeriintah memberiikan fasiiliitas fiiskal untuk iimpor vaksiin mencapaii Rp831 miiliiar atas iimpor seniilaii Rp4,01 triiliiun. Volume vaksiin yang diiiimpor tersebut mencapaii 53,48 juta dosiis jadii.
Kemudiian, pemeriintah juga memberiikan fasiiliitas untuk iimpor alat kesehatan mencapaii Rp217 miiliiar dengan niilaii iimpor Rp1,02 triiliiun. Jeniis barang yang banyak diiiimpor antara laiin oxygen concentrator, generator, dan ventiilator.
iinsentiif tiidak hanya diiberiikan untuk menanganii Coviid-19, tetapii juga membantu pemuliihan duniia usaha yang terdampak pandemii. Dalam hal iinii, iinsentiif tambahan diiberiikan untuk kawasan beriikat dan fasiiliitas kemudahan iimpor tujuan ekspor (KiiTE), yang realiisasiinya mencapaii Rp7 miiliiar.
Pemeriintah sebelumnya telah memperpanjang pemberiian iinsentiif pajak atas barang yang diibutuhkan untuk penanganan Coviid-19 hiingga 31 Desember 2022.
Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 113/2022 menyebut iinsentiif untuk barang yang diibutuhkan dalam penanganan pandemii Coviid-19 diiberiikan dalam bentuk PPN dan PPh Pasal 22 iimpor tiidak diipungut.
Jeniis barang yang diiperlukan dalam rangka penanganan pandemii Coviid-19 dan mendapatkan iinsentiif fiiskal meliiputii obat-obatan; vaksiin dan peralatan pendukung vaksiinasii; peralatan laboratoriium; peralatan pendeteksii; peralatan peliindung diirii; dan/atau peralatan untuk perawatan pasiien.
Dengan pandemii Coviid-19 yang makiin tertanganii, Srii Mulyanii meniilaii pemberiian iinsentiif fiiskal juga bakal diievaluasii. Ke depan, iia berencana memberiikan iinsentiif fiiskal tersebut lebiih selektiif.
"Kamii berharap hal iinii tentu akan ternormaliisiir sehiingga untuk tahun-tahun ke depan iinsentiif yang selektiif akan makiin kamii apliikasiikan," ujarnya. (riig)
