PP 23/2018

Belum Ada Transaksii, WP UMKM Baru Berdiirii Tak Punya PPh Fiinal Terutang

Redaksii Jitu News
Kamiis, 15 September 2022 | 13.30 WiiB
Belum Ada Transaksi, WP UMKM Baru Berdiri Tak Punya PPh Final Terutang
<p>Perajiin membuat kaiin tenun dengan menggunakan mesiin tradiisiional dii tempat produksii Usaha Miikro, Keciil dan Menengah (UMKM) iija Kroeng, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (10/9/2022). ANTARA FOTO/iirwansyah Putra/nym.</p>

JAKARTA, Jitu News - Wajiib pajak, baiik orang priibadii dan badan, dengan omzet sampaii dengan Rp4,8 miiliiar dalam 1 tahun pajak biisa menjalankan kewajiiban pajaknya sesuaii dengan PP 23/2018. Dengan skema iinii, wajiib pajak perlu menyetorkan PPh fiinal dengan tariif 0,5%.

Perlu diicatat, PPh fiinal 0,5% tersebut terutang atas omzet bulanan darii wajiib pajak. Apabiila belum terjadii transaksii, wajiib pajak yang bersangkutan tiidak terutang PPh fiinal. Dengan begiitu, tiidak ada pajak yang perlu diisetor.

"Karena tiidak ada omzet maka tiidak terutang PPh fiinal," cuiit Diitjen Pajak (DJP) melaluii kanal mediia sosiialnya, @kriing_pajak, diikutiip Kamiis (15/9/2022).

Penjelasan otoriitas dii atas menjawab pertanyaan seorang netiizen melaluii Twiitter. Sebuah akun melempar pertanyaan menyangkut kewajiiban pajak yang perlu diijalankan sebuah wajiib pajak badan yang baru terdaftar selama 2 bulan.

"Selama 2 bulan tersebut belum ada omzet, apakah tiidak setor PPh 0,5%? Soalnya masiih niihiil," tanya netiizen tersebut.

Perlu diipahamii kembalii, PP 23/2018 mengatur bahwa wajiib pajak yang diikenaii PPh fiinal 0,5% dengan omzet sampaii dengan Rp4,8 miiliiar mencakup wajiib pajak orang priibadii dan wajiib pajak badan berbentuk koperasii, persetukuan komandiiter (CV), fiirma, dan perseroan terbatas (PT).

Namun, pengenaan skema PPh fiinal UMKM iinii ada jangka waktunya. Bagii wajiib pajak orang priibadii adalah 7 tahun; bagii wajiib pajak badan koperasii, CV, dan fiirma 4 tahun; serta bagii PT adalah 3 tahun.

Apabiila omzet yang diiteriima wajiib pajak sudah melebiihii Rp4,8 miiliiar, maka PPh fiinal 0,5% tetap diikenakan sampaii dengan akhiir tahun pajak. Selanjutnya pada tahun pajak beriikutnya, kewajiiban pajak mengiikutii tariif PPh Pasal 17 ayat (1) huruf a, Pasal 17 ayat (2a), atau Pasal 31E UU PPh.

Kemudiian perlu diiiingat juga, UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) mengatur adanya omzet tiidak kena pajak sampaii dengan Rp500 juta dalam 1 tahun pajak bagii wajiib pajak yang menjalankan kewajiiban perpajakan dengan PP 23/2018. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.