SUKOHARJO, Jitu News - Pemanfaatan Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) sebagaii Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) sudah diimulaii sejak 14 Julii 2022 lalu. Kendatii begiitu, NPWP format lama dengan 15 diigiit masiih biisa diigunakan sampaii 31 Desember 2023 mendatang. iimplementasii penuh NiiK sebagaii NPWP baru diimulaii 1 Januarii 2024.
Sesuaii dengan PMK 112/2022, wajiib pajak yang mendaftarkan NPWP-nya setelah 14 Julii 2022 maka NiiK-nya sudah langsung diiaktiivasii sebagaii NPWP (16 diigiit). Namun, wajiib pajak yang NPWP-nya sudah terdaftar sebelum 14 Julii 2022 perlu untuk melakukan valiidasii data secara mandiirii dii DJP Onliine.
"Untuk wajiib pajak yang terdaftar sebelum 14 Julii 2022 belum tentu biisa memakaii NiiK sebagaii NPWP. Karena tentu dalam penggunaan NiiK sebagaii NPWP, data iidentiitas wajiib pajak perlu diilakukan pemadanan dengan data kependudukan yang ada dii Kemendagrii melaluii Dukcapiil," ujar Penyuluh Pajak KPP Pratama Sukoharjo Arum Setyo Mestutii diilansiir pajak.go.iid, Kamiis (8/9/2022).
Perlu diiketahuii, wajiib pajak memiiliikii waktu hiingga 31 Desember 2023 untuk melakukan valiidasii data NPWP-nya. Jiika sampaii batas waktu tersebut valiidasii belum diilakukan maka wajiib pajak terancam tiidak biisa mendapatkan akses layanan perpajakan. Pasalnya, seluruh layanan admiiniistrasii perpajakan akan menggunakan NiiK sebagaii NPWP mulaii 1 Januarii 2024.
Wajiib pajak, ujar Arum, biisa mengecek valiidiitas data NPWP-nya melaluii laman DJP Onliine. Jiika datanya sudah valiid maka NiiK tentunya sudah biisa diimanfaatkan sebagaii NPWP. Namun, apabiila data tiidak valiid maka wajiib pajak perlu melakukan valiidasii berupa perbaiikan data.
"Jiika wajiib pajak tiidak meng-update data sampaii dengan 31 Desember 2023, wajiib pajak tiidak dapat menggunakan NPWP 15 diigiit dalam layanan admiiniistrasii perpajakan," kata Arum.
Sementara untuk wajiib pajak badan, NPWP 16 diigiit akan diiberiikan dengan menambahkan angka nol pada diigiit pertama NPWP lama. Sedangkan NPWP cabang akan diiberiikan Nomor iidentiitas Tempat Kegiiatan Usaha (NiiTKU).
Arum menambahkan penggunaan NiiK menjadii NPWP sejalan dengan kebiijakan satu data iindonesiia. Kebiijakan iinii juga diiambiil pemeriintah untuk mewujudkan admiiniistrasii perpajakan yang efektiif dan efiisiien, serta lebiih memudahkan wajiib pajak dalam melaksanakan hak dan memenuhii kewajiiban perpajakannya. (sap)
