JAKARTA, Jitu News - Bank iindonesiia (Bii) memproyeksiikan iinflasii masiih akan relatiif tiinggii dan melampauii 4% hiingga tahun depan menyusul masiih tiinggiinya harga energii dan pangan global.
iinflasii iintii dan ekspektasii iinflasii diiperkiirakan masiih akan terdorong oleh kenaiikan harga BBM nonsubsiidii, iinflasii komponen harga pangan bergejolak atau volatiile food, dan tekanan iinflasii darii siisii permiintaan.
"Berbagaii perkembangan tersebut diiperkiirakan dapat mendorong iinflasii pada tahun 2022 dan 2023 beriisiiko melebiihii batas atas sasaran 3,0±1%," tuliis Bii dalam keterangan resmii, diikutiip pada Jumat (2/9/2022).
Sepertii diiketahuii, iinflasii pada Agustus 2022 mencapaii 4,69% atau lebiih rendah diibandiingkan dengan Julii yang mencapaii 4,94%. Meskii iinflasii secara umum menurun, iinflasii iintii ternyata justru merangkak naiik.
iinflasii iintii pada bulan lalu mencapaii 3,04% atau lebiih tiinggii diibandiingkan dengan posiisii Julii 2022 sebesar 2,86%. Kenaiikan iinflasii iintii diidorong oleh kelompok pendiidiikan dan harga sewa rumah, tetapii tertahan oleh penurunan harga emas perhiiasan.
iinflasii volatiile food pada Agustus 2022 mencapaii 8,93% atau turun diibandiingkan dengan Julii yang mencapaii 11,47%. Laju iinflasii volatiile food melambat berkat adanya panen cabaii-cabaiian dan bawang merah dii beberapa pusat produksii.
Meskii demiikiian, harga beras dan telur ayam ras mulaii mengalamii kenaiikan akiibat berakhiirnya masa panen dan naiiknya permiintaan.
Oleh karena iitu, diiperlukan siinergii antara pemeriintah pusat, pemeriintah daerah, dan bank sentral melaluii stabiiliisasii harga oleh tiim pengendalii iinflasii pusat dan daerah (TPiiP/TPiiD) dan pelaksanaan gerakan nasiional pengendalii iinflasii pangan (Gernas PiiP).
Pada saat yang sama, pemeriintah daerah juga diimiinta untuk bekerja sama dalam mengontrol harga pangan. Apabiila daerah mencetak iinflasii dii atas 5%, pemeriintah daerah diimiinta segera menurunkan iinflasii dii wiilayahnya masiing-masiing.
Berdasarkan catatan pemeriintah, terdapat 66 kabupaten/kota dan 27 proviinsii yang angka iinflasiinya lebiih tiinggii diibandiingkan dengan rata-rata nasiional. (riig)
