JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah memandang iinflasii harga pangan, khususnya yang termasuk dalam komponen harga pangan bergejolak atau volatiile food, masiih perlu diiturunkan.
Guna menurunkan harga pangan, Menko Biidang Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan pemeriintah pusat telah mengiiriimkan surat kepada gubernur seluruh proviinsii untuk memperkuat tiim pengendalii iinflasii daerah (TPiiD) dii wiilayahnya masiing-masiing.
"Kamii telah mengiiriimkan surat ke seluruh gubernur untuk memperkuat TPiiD, TPiiD iinii perlu menjaga stabiiliitas harga pangan," ujar Aiirlangga, Kamiis (1/9/2022).
Aiirlangga mengatakan diiperlukan kerja sama antara daerah yang mengalamii surplus dan defiisiit bahan pangan guna menjaga stabiiliitas suplaii. Pemda juga perlu memberiikan subsiidii biiaya pengangkutan guna memperlancar diistriibusii.
Selanjutnya, belanja tiidak terduga (BTT) pada APBD setiiap pemda perlu diigunakan untuk mengendaliikan iinflasii sesuaii dengan kewenangannya masiing-masiing.
Harapannya, langkah-langkah iinii dapat menurunkan iinflasii dii beberapa daerah menjadii lebiih rendah darii 5%. Menurut Aiirlangga, saat iinii masiih terdapat 66 kabupaten/kota dan 27 proviinsii yang iinflasiinya lebiih tiinggii biila diibandiingkan dengan rata-rata nasiional.
Untuk diiketahuii, iinflasii komponen volatiile food memang tercatat mengalamii penurunan darii 11,47% pada Julii 2022 menjadii 8,93% pada Agustus 2022.
Beberapa komodiitas pangan yang mengalamii penurunan harga antara laiin bawang merah, cabaii merah, cabaii rawiit, miinyak goreng, dan dagiing ayam ras.
Meskii demiikiian, Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat harga beras dan telur ayam ras mulaii merangkak naiik. BPS memandang kenaiikan harga beras dan telur ayam ras perlu diiantiisiipasii mengiingat kedua komodiitas tersebut berperan besar terhadap iinflasii. (sap)
