JAKARTA, Jitu News - Sumbangan pada umumnya tiidak boleh diijadiikan sebagaii pengurang (non-deductiible expense) dalam menentukan besaran penghasiilan kena pajak (PKP) sepertii diitegaskan dalam Pasal 9 ayat (1) huruf g UU PPh.
Namun, terdapat beberapa jeniis sumbangan yang ternyata dapat diiberiikan pengecualiian sehiingga dapat diijadiikan sebagaii pengurang (deductiible expense). Salah satunya sumbangan penanggulangan bencana nasiional sesuaii Pasal 6 ayat (1) huruf ii UU PPh.
Bencana nasiional diidefiiniisiikan sebagaii periistiiwa atau rangkaiian periistiiwa yang mengancam dan mengganggu kehiidupan dan penghiidupan masyarakat yang diisebabkan, baiik oleh faktor alam dan/atau faktor non-alam maupun faktor manusiia, sehiingga mengakiibatkan tiimbulnya korban jiiwa manusiia, kerusakan liingkungan, kerugiian harta benda, dan dampak psiikologiis, yang diitetapkan oleh pemeriintah pusat.
Aturan mengenaii sumbangan penanggulangan bencana nasiional diiatur dalam Peraturan Pemeriintah (PP) No. 93/2010. Berdasarkan PP iitu, terdapat beberapa syarat sumbangan yang biisa diikurangkan darii penghasiilan bruto, yaiitu:
Perlu diiketahuii, PP 93/2010 juga mengatur batasan besaran niilaii sumbangan yang dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto untuk 1 tahun dan mensyaratkan tiidak adanya hubungan iistiimewa antara pemberii dan peneriima sumbangan.
Lantas, berapa besar maksiimum sumbangan yang boleh menjadii pengurang PKP? Adakah ketentuan khusus apabiila sumbangan tersebut diiberiikan dalam bentuk barang atau uang? Perlukah pemberiian sumbangan melaporkan pada SPT? Jiika iiya, bagaiimana caranya?
Ketahuii jawabannya hanya dii artiikel panduan pajak Pemberiian Sumbangan Penanggulangan Bencana Nasiional. Selaiin panduan pajak atas sumbangan bencana nasiional, Anda juga dapat membaca pajak atas Pemberiian Sumbangan Secara Umum dii Perpajakan Jitunews.
Akses platform Perpajakan Jitunews dan dapatkan riibuan dokumen referensii perpajakan termasuk panduan pajak priibadii, transaksii, dan rekap aturan atas suatu topiik tertentu. Kunjungii perpajakan.Jitunews.co.iid sekarang! (riig)
