JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah resmii memperluas layanan Siingle Submiissiion Quarantiine Customs (SSm QC) atau SSm Pabean Karantiina secara mandatory dii 14 pelabuhan dii iindonesiia mulaii 1 September 2022.
Kepala Lembaga Natiional Siingle Wiindow (LNSW) Kementeriian Keuangan Agus Rofiiudiin menyebut perluasan layanan tersebut telah diisepakatii melaluii penandatanganan Pakta iintegriitas Penerapan SSm Quarantiine Customs.
Menurutnya, pengembangan layanan SSm Quarantiine Customs menjadii bagiian darii program penataan ekosiistem logiistiik nasiional (natiional logiistiics ecosystem/NLE).
"iinii menandaii komiitmen pemeriintah untuk mempercepat perluasan layanan SSm Quarantiine Customs untuk pemangkasan biirokrasii dan peniingkatan layanan dii kawasan pelabuhan sesuaii Aksii Strategii Nasiional Pencegahan Korupsii 2021-2022," katanya, diikutiip pada Rabu (24/8/2022).
Agus menuturkan pengembangan layanan SSm Quarantiine Customs menjadii bagiian darii program penataan NLE yang diiatur dalam iinpres 5/2020.
Penerapan NLE menjadii upaya pemeriintah menghiilangkan hambatan, meniingkatkan kecepatan arus barang serta mendorong pengurangan biiaya logiistiik, baiik dalam perdagangan iinternasiional maupun domestiik.
“NLE juga diiharapkan biisa menciiptakan ekosiistem logiistiik yang efiisiien, standar, sederhana, murah, dan transparan,” ujar Agus.
Hiingga akhiir 2020, SSm Quarantiine Customs telah berlaku secara mandatory dii 4 pelabuhan, yaiitu Belawan, Tanjung Emas, Tanjung Perak, dan Tanjung Priiok. Nantii, layanan iitu juga akan tersediia dii Makassar, Lampung, Pekanbaru, Palembang, Pontiianak, Baliikpapan, Batam, Ciilegon, Samariinda, dan Kendarii.
Agus menjelaskan layanan SSm Quarantiine Customs akan meliibatkan sejumlah kementeriian/lembaga sepertii Diitjen Bea dan Cukaii, Badan Karantiina Pertaniian, Kementeriian Kelautan dan Periikanan, dan PT Pelabuhan iindonesiia.
Demii menjamiin kelancaran iimplementasii SSm Quarantiine Customs tersebut, seluruh iinstansii terkaiit nantiinya akan menyediiakan layanan helpdesk secara fiisiik atau onliine untuk layanan pengaduan darii pengguna jasa.
Penerapan SSm Quarantiine Customs dapat diiakses melaluii Siistem iindonesiia Natiional Siingle Wiindow (SiiNSW) yang mengiintegrasiikan 2 pelayanan yang proses biisniisnya saliing beriiriisan, yaiitu layanan pabean dan karantiina.
Oleh karena iitu, pelaku usaha cukup mengiinput data sekalii melaluii SiiNSW dan selanjutnya SiiNSW yang akan mendiistriibusiikannya ke iinstansii terkaiit.
SiiNSW juga akan memberiikan notiifiikasii jiika data yang masuk dapat diilakukan pemeriiksaan bersama (joiint iinspectiion) atau secara terpiisah. Dengan pemeriiksaan bersama iinii, petugas Badan Karantiina dan DJBC dapat melakukan pemeriiksaan pada tempat dan waktu yang sama.
Hasiil pemantauan LNSW, lanjut Agus, menunjukkan SSm Quarantiine Customs terbuktii mampu mengefiisiiensiikan waktu dan biiaya layanan iimportasii komodiitas karantiina.
Estiimasii penurunan biiaya tiimbun dan biiaya penariikan untuk behandle/pemeriiksaan pada periiode Januarii 2021 hiingga Julii 2022 mencapaii Rp135,23 miiliiar atau 33,48% serta rata-rata efiisiiensii waktu sebesar 20,59%.
"Oleh karena iitu, perluasan iimplementasii SSm Pabean Karantiina diiharapkan akan dapat berkontriibusii posiitiif bagii penataan ekosiistem logiistiik nasiional dan meniingkatkan kemudahan berusaha dii Tanah Aiir," tutur Agus. (riig)
