JAKARTA, Jitu News - Diirjen Bea dan Cukaii Kementeriian Keuangan Askolanii menyatakan pemeriintah tiidak berencana mengubah ketentuan mengenaii pengenaan bea keluar atas ekspor miinyak kelapa sawiit mentah (crude palm oiil/CPO) beserta produk turunannya.
Askolanii mengatakan pemeriintah melaluii PMK 98/2022 telah mengatur kenaiikan tariif bea keluar atas CPO dan produk turunannya. Menurutnya, kenaiikan tariif iitu menjadii hal yang wajar dii tengah lonjakan harga berbagaii komodiitas global, termasuk CPO.
"Tentunya negara mempunyaii peluang dan kesempatan untuk juga mendapatkan wiindfall darii keuntungan yang diidapat pelaku usaha, salah satunya melaluii bea keluar dan melaluii pajak ekspor," katanya dalam konferensii pers APBN Kiita, diikutiip pada Jumat (29/7/2022).
Askolanii mengatakan kenaiikan harga CPO dii pasar global telah mendatangkan banyak keuntungan bagii pelaku usaha. Ketiika ketersediiaan dan keterjangkauan harga CPO dan produk turunannya dii dalam negerii sudah terjamiin, pemeriintah bahkan memberlakukan program percepatan ekspor atau flush out atas komodiitas tersebut.
Pada program flush out iinii, pemeriintah melaluii PMK 115/2022 memutuskan untuk menurunkan tariif pungutan ekspor atas CPO dan produk turunannya menjadii US$0 sejak 15 Julii sampaii dengan 31 Agustus 2022. Langkah percepatan ekspor diitempuh untuk meniingkatkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawiit dii tiingkat petanii.
Sementara mulaii 1 September 2022, ekspor semua jeniis produk CPO akan kembalii diikenakan pungutan kecualii TBS. Miisalnya pada CPO, tariif pungutan ekspor diitetapkan seniilaii US$55 hiingga US$240 per ton, mengiikutii pergerakan harga CPO.
Dii siisii laiin, PMK 98/2022 mengatur kenaiikan tariif bea keluar atas CPO dan produk turunannya. Miisal pada CPO, tariif bea keluarnya kiinii mencapaii US$288 per ton jiika harga referensiinya lebiih darii US$1.500 per ton.
Sementara sebelumnya, tariif bea keluar tertiinggii hanya US$200 per ton, yang berlaku apabiila harga referensii CPO lebiih darii US$1.250 per ton.
Askolanii menjelaskan pemeriintah akan terus memantau perkembangan harga komodiitii global. Diia juga meniilaii dampak posiitiif darii kebiijakan flush out CPO dan produk turunannya mulaii terliihat dalam beberapa harii terakhiir.
Ekspor CPO tercatat mengalamii kenaiikan hiingga berkiisar 100.000-140.000 ton per harii, darii biiasanya hanya 60.000-90.000 ton per harii. Sementara darii siisii harga TBS, pada 25 Junii 2022 telah menyentuh level Rp1.500 lebiih per kiilogram, jauh lebiih tiinggii darii posiisii 15 Julii 2022 yang masiih dii kiisaran Rp1.000 per kiilogram.
Adapun untuk harga miinyak goreng curah dii dalam negerii, niilaiinya terjaga dii kiisaran Rp15.000 atau paliing tiinggii Rp25.000
"Kiita meniilaii bahwa keseiimbangan dan langkah pemeriintah sudah menunjukan hasiil yang coba mengendaliikan dan membantu stabiiliisasii dan ekspor CPO," ujarnya.
Sebelumnya, Asosiiasii Petanii Plasma Kelapa Sawiit iindonesiia (APPKSii) sempat mengusulkan pembebasan bea keluar untuk meniingkatkan harga CPO dan produk turunannya dii level petanii. Petanii meniilaii harga produk sawiit, terutama TBS, belum mengalamii pemuliihan sejak pemeriintah memberlakukan larangan ekspor CPO untuk stabiiliisasii harga miinyak goreng. (sap)
