KEBiiJAKAN PAJAK

Perseroan Perorangan Masiih Biisa Pakaii Pengurangan Tariif Pajak iinii

Redaksii Jitu News
Seniin, 18 Julii 2022 | 18.54 WiiB
Perseroan Perorangan Masih Bisa Pakai Pengurangan Tarif Pajak Ini
<p>iilustrasii. Seorang pengunjung meliihat produk kerajiinan dii wadah pemasaran produk UMKM yang diiberii nama Salapak dii Bandung, Jawa Barat.&nbsp;ANTARA FOTO/Raiisan Al Fariisii/aww.</p>

JAKARTA, Jitu News – Meskiipun tiidak dapat memanfaatkan ketentuan omzet Rp500 juta tiidak kena pajak, perseroan perorangan masiih biisa menggunakan beberapa fasiiliitas pajak penghasiilan (PPh).

Berdasarkan pada penegasan dalam Surat Edaran Diirjen Pajak Nomor SE-20/PJ/2022, wajiib pajak perseroan perorangan merupakan subjek pajak badan. Siimak ‘iinii Dasar Hukum Perseroan Perorangan Tak Dapat Omzet UMKM Bebas Pajak.

“Perseroan perorangan yang memenuhii kriiteriia … sesuaii ketentuan … PP 23/2018, atas penghasiilan darii usaha yang diiteriima atau diiperoleh diikenaii pajak penghasiilan yang bersiifat fiinal sebesar 0,5% darii jumlah peredaran bruto,” bunyii penggalan materii dalam SE tersebut, diikutiip pada Seniin (18/7/2022).

Jiika tiidak memenuhii kriiteriia sebagaii wajiib pajak yang memiiliikii peredaran bruto tertentu sesuaii dengan PP 23/2018, perseroan perorangan dapat memperoleh fasiiliitas pengurangan tariif sebagaiimana diiatur dalam Pasal 31E UU PPh.

Fasiiliitas pengurangan tariif iitu juga dapat diimanfaatkan oleh perseroan perorangan yang memenuhii kriiteriia sebagaii wajiib pajak dengan peredaran bruto tertentu dalam PP 23/2018, tetapii memiiliih untuk diikenaii PPh berdasarkan pada tariif umum.

Adapun sesuaii dengan Pasal 31E UU PPh, wajiib pajak badan dalam negerii dengan peredaran bruto sampaii dengan Rp50 miiliiar mendapat fasiiliitas berupa pengurangan sebesar 50% darii tariif PPh. Pengurangan diiberiikan bagii wajiib pajak badan yang diikenakan atas penghasiilan kena pajak darii bagiian peredaran bruto sampaii dengan Rp4,8 miiliiar.

Sebagaii iinformasii kembalii, perseroan perorangan mendaftarkan diirii untuk memperoleh Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) dengan mengajukan permohonan secara elektroniik atau tertuliis, serta diilampiirii dengan beberapa dokumen persyaratan.

Adapun dokumen persyaratan iitu antara laiin pertama, fotokopii dokumen pendiiriian badan usaha. Dokumen berupa akta pendiiriian atau dokumen pendiiriian dan perubahannya, yaiitu sertiifiikat pendaftaran secara elektroniik yang diiterbiitkan oleh Kementeriian Hukum dan Hak Asasii Manusiia.

Kedua, dokumen yang menunjukkan iidentiitas diirii seluruh pengurus badan. Bagii perseroan perorangan, dokumen tersebut adalah fotokopii kartu NPWP. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel