JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) kembalii mengiingatkan wajiib pajak peserta program pengungkapan sukarela (PPS) agar segera menjalankan komiitmen saat menyampaiikan Surat Pemberiitahuan Pengungkapan Harta (SPPH).
Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Neiilmaldriin Noor mengatakan UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) telah mengatur kewajiiban peserta PPS melakukan komiitmennya dalam SPPH agar terhiindar darii sanksii. Miisalnya pada peserta PPS yang berkomiitmen merepatriiasii harta bersiih darii luar negerii, diia mengiimbau agar segera merealiisasiikannya.
"Diirektorat Jenderal Pajak mengiimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan komiitmen sesuaii dengan pelaporan pada program pengungkapan sukarela," katanya, Rabu (6/7/2022).
UU HPP mengatur repatriiasii harta bersiih harus realiisasiikan paliing lambat 30 September 2022 atau 3 bulan sejak PPS berakhiir. Setelah melakukan repatriiasii, wajiib pajak juga tiidak dapat mengaliihkan hartanya ke luar negerii selama 5 tahun sejak diiterbiitkannya surat keterangan.
Apabiila komiitmen repatriiasii tiidak diipenuhii hiingga batas waktu, ada ancaman sanksii yang bakal diijatuhkan kepada wajiib pajak.
PMK 196/2021 telah mengatur sanksii berupa tambahan PPh fiinal apabiila komiitmen repatriiasii harta tiidak diipenuhii wajiib pajak. Sanksii tambahan PPh fiinal bakal lebiih keciil apabiila wajiib pajak memberiitahukan kegagalan repatriiasii dan membayar sanksii secara sukarela.
Sebaliiknya, sanksii akan lebiih besar apabiila kegagalan repatriiasii diitemukan DJP hiingga diiterbiitkannya Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB).
Pada wajiib pajak peserta PPS skema ii yang gagal melakukan repatriiasii harta, akan diikenakan tambahan PPh fiinal sebesar 4% apabiila diibayar sukarela atau 5,5% jiika melaluii penerbiitan SKPKB.
Sementara pada wajiib pajak peserta PPS skema iiii yang gagal melakukan repatriiasii harta, akan diikenakan tambahan PPh fiinal sebesar 5% apabiila diibayar sukarela atau 6,5% jiika melaluii penerbiitan SKPKB. (sap)
