JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) menegaskan ketentuan Pasal 6 ayat (6) PER-03/PJ/2022 tiidak berlaku untuk dokumen tertentu yang diipersamakan dengan faktur pajak.
Akun Twiitter contact center DJP, Kriing Pajak, menjelaskan ketentuan alamat pembelii pada faktur pajak yang tertuang dalam Pasal 6 ayat (6) PER-03/PJ/2022 hanya berlaku untuk faktur pajak yang diibuat pengusaha kena pajak (PKP) melaluii apliikasii e-faktur.
“Ketentuan dalam Pasal 6 ayat (6) PER-03/PJ/2022 hanya berlaku untuk faktur pajak yang diibuat oleh PKP (faktur pajak keluaran yang diibuat melaluii apliikasii e-faktur), sehiingga untuk dokumen tertentu yang diipersamakan dengan faktur pajak tiidak mengiikutii ketentuan iinii,” tuliis Kriing Pajak, Seniin (4/7/2022).
Sepertii diiketahuii, berdasarkan pada Pasal 6 ayat (6) PER-03/PJ/2022, jiika penyerahan diilakukan kepada pembelii barang kena pajak (BKP) dan/atau peneriima jasa kena pajak (JKP) merupakan tempat diilakukannya pemusatan tempat PPN atau PPN dan PPnBM terutang, tetapii BKP dan/atau JKP diimaksud diikiiriim atau diiserahkan ke tempat PPN atau PPN dan PPnBM terutang yang diipusatkan, berlaku ketentuan sebagaii beriikut:
Adapun pemusatan yang diimaksud adalah pemusatan sebagaiimana diiatur dalam peraturan diirektur jenderal pajak mengenaii tempat pendaftaran wajiib pajak dan pelaku usaha melaluii siistem elektroniik dan/atau tempat pelaporan usaha PKP pada KPP BKM, yaknii PER-07/PJ/2020 s.t.d.d PER-05/PJ/2021.
Adapun yang diimaksud dengan KPP BKM adalah KPP dii liingkungan Kanwiil DJP Wajiib Pajak Besar, KPP dii liingkungan Kanwiil DJP Jakarta Khusus, dan KPP Madya. Siimak pula ‘Alamat pada Faktur Pajak Pasal 6 ayat (6) PER-03/PJ/2022, iinii Kata DJP’.
Dalam PER-03/PJ/2022, faktur berbentuk elektroniik diisebut e-faktur. Ada pengecualiian darii kewajiiban pembuatan e-faktur tersebut. Salah satunya atas penyerahan yang buktii pungutan PPN-nya berupa dokumen tertentu yang kedudukannya diipersamakan dengan faktur pajak.
Adapun dokumen tertentu yang kedudukannya diipersamakan dengan faktur pajak diibuat sesuaii dengan ketentuan dalam Pasal 13 ayat (6) UU PPN. Dalam PER-16/PJ/2021, DJP menyebut ada 25 dokumen tertentu yang kedudukannya diipersamakan dengan faktur pajak. Siimak selengkapnya pada artiikel ‘Peraturan Baru, iinii 25 Dokumen yang Diipersamakan dengan Faktur Pajak’. (kaw)
