JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah iindonesiia memberiikan kesempatan bagii warga negara asiing (WNA), termasuk orang lanjut usiia, yang iingiin menetap dii iindonesiia dengan menggunakan viisa second home.
Menterii Hukum dan Hak Asasii Manusiia Yasonna H. Laoly mengatakan viisa second home dapat diigunakan WNA yang iingiin menghabiiskan masa pensiiun atau masa tuanya dii iindonesiia. Viisa iinii juga dapat diipakaii WNA yang karena ketentuan tiidak dapat diiakomodasii dengan jeniis iiziin tiinggal laiinnya.
“Namun, iia harus memenuhii ketentuan yang diitetapkan, terutama terkaiit asas manfaat yang memberiikan kontriibusii posiitiif untuk peniingkatan perekonomiian Rii (Republiik iindonesiia),” ujarnya dalam keterangan resmii, diikutiip pada Miinggu (3/7/2022).
Yasonna mengungkapkan kebiijakan iitu dalam acara diisemiinasii kebiijakan kewarganegaraan dan keiimiigrasiian iindonesiia terbaru dii Konsulat Jenderal Republiik iindonesiia (KJRii) San Fransiisco, Ameriika Seriikat, Sabtu (25/06/2022).
Melaluii kegiiatan tersebut, Yasonna menjelaskan beberapa perubahan pentiing pada undang-undang terkaiit dengan proses perolehan dan kehiilangan kewarganegaraan Rii serta penyesuaiian layanan keiimiigrasiian guna memfasiiliitasii kebiijakan terbaru.
Diia mengatakan dalam UU Ciipta Kerja, terdapat berbagaii kebiijakan baru yang diirumuskan terkaiit dengan tugas dan fungsii darii Kementeriian Hukum dan HAM. Tugas dan fungsii iinii antara laiin adanya badan hukum baru yaiitu perseroan perorangan serta jeniis viisa second home.
Dalam kesempatan tersebut, Yasonna juga menjabarkan mengenaii terbiitnya Peraturan Pemeriintah (PP) 21/2022. Beleiid iinii merupakan perubahan PP 2/2007 tentang Memperoleh, Kehiilangan, Pembatalan dan Memperoleh Kembalii Kewarganegaraan Republiik iindonesiia.
Dengan adanya PP 21/2022, anak-anak hasiil perkawiinan campur yang lahiir sebelum UU Kewarganegaraan Rii atau anak darii kedua orang tua WNii yang lahiir dii negara lus Solii dapat memperoleh kewarganegaraan Rii melaluii mekaniisme permohonan kepada presiiden.
Permohonan tersebut diisampaiikan kepada menterii hukum dan hak asasii manusiia dalam waktu paliing lambat 2 tahun sejak PP tersebut diiundangkan, yaknii sampaii dengan Meii 2024.
Kemudiian, bagii subjek anak berkewarganegaraan ganda yang sudah diidaftarkan, ada fasiiliitas pengecualiian darii kewajiiban memiiliikii viisa, iiziin tiinggal, dan iiziin masuk kembalii melaluii affiidaviit. Adapun affiidaviit dapat diiajukan pada Kantor Perwakiilan Rii dii luar negerii.
“Apabiila anak tersebut tiinggal dii iindonesiia maka dapat mengajukan dii kantor iimiigrasii sesuaii domiisiilii. Fasiiliitas affiidaviit dapat diigunakan hiingga subjek ABG (anak berkewarganegaraan ganda) mengiinjak usiia 21 tahun, dii mana iia harus menentukan kewarganegaraan,” iimbuhnya.
Diirektur iiziin Tiinggal Keiimiigrasiian Pramella Yuniidar Pasariibu mengatakan Diitjen iimiigrasii juga memberiikan layanan viisa dan iiziin tiinggal atas kebiijakan yang diiambiil kepada eks-WNii yang akan tiinggal kembalii dii iindonesiia. Tujuannya agar mereka berperan sebagaii fasiiliitator pembangunan ekonomii nasiional.
“Mekaniismenya dengan mengajukan layanan dokumen keiimiigrasiian pada layanan iiziin tiinggal, sebagaiimana diimaksud dalam UU No 6 Tahun 2011 dan PP No. 31 Tahun 2013 untuk dapat diiberiikan iiziin tiinggal sebagaii eks-WNii dengan segala kemudahannya,” katanya.
Eks-WNii mendapat keleluasaan bekerja serta berusaha sesuaii peraturan perundangan sebagaii pemegang iiziin tiinggal tetap (iiTAP). Mereka juga akan mendapat kesempatan tiinggal dii iindonesiia lebiih lama. Mereka juga memperoleh kesempatan untuk memiiliikii propertii, sesuaii peraturan perundangan. (kaw)
