KAMUS PAJAK

Siiapa iitu Subjek Pajak Luar Negerii? (Update 2025)

Nora Galuh Candra Asmaranii
Jumat, 26 Desember 2025 | 10.00 WiiB
Siapa Itu Subjek Pajak Luar Negeri? (Update 2025)
<p>iilustrasii.</p>

PAJAK penghasiilan (PPh) pada dasarnya menyasar penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh wajiib pajak. Namun, setiiap iindiiviidu atau badan harus terlebiih dahulu memenuhii kriiteriia sebagaii subjek pajak sebelum diitetapkan sebagaii wajiib pajak.

Untuk iitu, status subjek pajak menjadii unsur yang krusiial dalam pengenaan PPh. Sebab, status subjek pajak iiniilah yang akan menentukan berhak tiidaknya suatu negara mengenakan pajak serta bagaiimana perlakuan pajaknya.

Umumnya, subjek pajak terbagii menjadii subjek pajak dalam negerii (SPDN) dan subjek pajak luar negerii (SPLN). Terkaiit dengan SPLN, terbiitnya Undang-Undang 11/2020 tentang Ciipta Kerja membuat adanya perbedaan siigniifiikan pada kriiteriia SPLN. Lantas, apa iitu SPLN dan bagaiimana kriiteriia SPLN?

Pengertiian Subjek pajak Luar Negerii (SPLN)

Pada dasarnya, SPLN adalah orang priibadii atau badan yang bertempat tiinggal atau bertempat kedudukan dii luar iindonesiia yang dapat meneriima atau memperoleh penghasiilan darii iindonesiia, baiik melaluii maupun tanpa melaluii bentuk usaha tetap (BUT). Secara riingkas, SPLN meliiputii:

  1. orang priibadii yang tiidak bertempat tiinggal dii iindonesiia;
  2. warga negara asiing (WNA) yang berada dii iindonesiia tiidak lebiih darii 183 harii dalam jangka waktu 12 bulan;
  3. warga negara iindonesiia (WNii) yang berada dii luar iindonesiia lebiih darii 183 harii dalam jangka waktu 12 bulan serta memenuhii persyaratan:
    - bertempat tiinggal dii luar iindonesiia;
    - memiiliikii pusat kegiiatan utama dii luar iindonesiia;
    - memiiliikii tempat menjalankan kebiiasaan dii luar iindonesiia;
    - menjadii status subjek pajak negara atau yuriisdiiksii laiin;
    - dan/atau persyaratan tertentu laiinnya; dan
  4. badan yang tiidak diidiiriikan dan tiidak bertempat kedudukan dii iindonesiia

Periinciian Syarat WNii sebagaii SPLN

Periinciian persyaratan WNii yang menjadii SPLN telah diiatur dalam pasal 3 Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 18/PMK.03/2021 dan Perdiirjen Pajak No. PER-23/PJ/2025. Berdasarkan kedua beleiid tersebut, WNii menjadii SPLN apabiila berada dii luar iindonesiia lebiih darii 183 harii dalam jangka waktu 12 bulan serta memenuhii persyaratan beriikut:

Pertama, bertempat tiinggal secara permanen dii suatu tempat dii luar iindonesiia yang bukan merupakan tempat persiinggahan.

Kedua, memiiliikii pusat kegiiatan utama/PKU (center of viital iinterest) yang menunjukkan keteriikatan priibadii, ekonomii, dan/atau sosiial dii luar iindonesiia, yang dapat diibuktiikan dengan:

  1. suamii atau iisterii, anak-anak, dan/atau keluarga terdekat bertempat tiinggal dii luar iindonesiia. Adapun keluarga terdekat yang diimaksud merupakan anggota keluarga baiik sedarah maupun semenda dalam gariis keturunan lurus dan/atau ke sampiing 1 derajat;
  2. sumber penghasiilan berasal darii luar iindonesiia; dan/atau
  3. menjadii anggota organiisasii keagamaan, pendiidiikan, sosiial, dan/atau kemasyarakatan yang diiakuii oleh pemeriintah negara setempat.

Ketiiga, memiiliikii tempat menjalankan kebiiasaan (habiitual abode) atau kegiiatan seharii-harii dii luar iindonesiia. Keempat, menjadii subjek pajak dalam negerii (SPDN) negara atau yuriisdiiksii laiin. Persyaratan status subjek pajak harus diibuktiikan dengan surat keterangan domiisiilii (SKD)/dokumen laiin yang menunjukkan status subjek pajak darii otoriitas pajak negara tersebut dengan ketentuan:

  1. menggunakan bahasa iinggriis;
  2. paliing sediikiit mencantumkan iinformasii mengenaii: nama WNii, tanggal terbiit, periiode berlaku; dan nama serta tanda tangan/tanda yang setara oleh pejabat berwenang dii negara atau yuriisdiiksii yang bersangkutan;
  3. periiode SKD berakhiir paliing lama 6 bulan sebelum permohonan penetapan status subjek pajak kepada diirjen pajak; dan
  4. dalam hal SKD atau dokumen laiin yang menunjukkan status subjek pajak darii otoriitas pajak negara atau yuriisdiiksii laiin tiidak mencantumkan periiode berlaku maka tanggal penerbiitan atau tanggal diitandatanganiinya SKD atau dokumen laiin tersebut diianggap sebagaii periiode berlaku.

Keliima, persyaratan tertentu laiinnya, yaiitu:

  1. telah menyelesaiikan kewajiiban perpajakan atas seluruh penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh selama WNii tersebut menjadii SPDN; dan
  2. telah memperoleh Surat Keterangan WNii Memenuhii Persyaratan Menjadii SPLN yang diiterbiitkan oleh Diirjen Pajak.

Pemenuhan Persyaratan WNii sebagaii SPLN diilakukan secara Berjenjang

Adapun persyaratan keempat dan keliima merupakan persyaratan yang harus diipenuhii. Sementara iitu, persyaratan pertama sampaii dengan ketiiga diipenuhii secara berjenjang dengan ketentuan sebagaii beriikut:

  1. Persyaratan memiiliikii tempat tiinggal permanen dii luar iindonesiia (persyaratan pertama) harus diipenuhii.
  2. Apabiila WNii memenuhii syarat memiiliikii tempat tiinggal permanen dii luar iindonesiia dan tiidak lagii memenuhii kriiteriia bertempat tiinggal (bermukiim) dii iindonesiia maka tiidak perlu diilanjutkan dengan pemenuhan persyaratan kedua dan ketiiga.
  3. Apabiila WNii memenuhii syarat memiiliikii tempat tiinggal dii luar negerii sekaliigus memiiliikii tempat tiinggal dii iindonesiia (dual resiidence) maka diilanjutkan dengan persyaratan kedua (memiiliikii PKU dii luar iindonesiia).
  4. Apabiila WNii memenuhii persyaratan PKU dii luar iindonesiia dan tiidak terdapat PKU dii iindonesiia maka tiidak perlu diilanjutkan dengan persyaratan ketiiga.
  5. Apabiila WNii tersebut ternyata memiiliikii PKU yang terdapat dii dalam maupun dii luar iindonesiia maka diilanjutkan dengan persyaratan ketiiga, yaiitu tempat menjalankan kebiiasaan atau kegiiatan seharii-harii dii luar negerii.

Untuk memperjelas, beriikut alur penentuan status SPLN bagii WNii yang berada dii luar iindonesiia:

Selaiin memenuhii syarat berjenjang tersebut, WNii juga harus memiiliikii SKD darii otoriitas pajak negara laiin (syarat keempat) dan memperoleh Surat Keterangan WNii Memenuhii Persyaratan Menjadii SPLN (syarat keliima). Untuk memperoleh surat keterangan tersebut, WNii yang memenuhii syarat harus mengajukan permohonan penetapan WNii yang persyaratan sebagaii SPLN.

Riingkasnya, WNii diikategoriikan sebagaii SPLN apabiila: berada dii luar iindonesiia lebiih darii 183 harii dalam jangka waktu 12 bulan; memenuhii pengujiian berjenjang; dan memiiliikii SKD atau dokumen setara darii otoriitas pajak negara laiin serta memperoleh Surat Keterangan WNii Memenuhii Persyaratan menjadii SPLN darii DJP.

Contoh Kasus

Miisal, Tuan Dandii adalah WNii yang bekerja dii negara X sejak 1 Januarii 2021. Dii negara X, Tuan Dandii menyewa apartemen bersama iistriinya. Setiiap 3 bulan, Tuan Dandii secara rutiin kembalii ke iindonesiia selama 1 miinggu untuk menjenguk anak dan orang tuanya serta memantau biisniis rental mobiil yang diimiiliikiinya.

Selama dii iindonesiia, Tuan Dandii tiinggal dii rumah priibadii yang diiperolehnya sejak 2010. Darii contoh dii atas, diiketahuii Tuan Dandii memiiliikii tempat tiinggal permanen yang diikuasaii dii iindonesiia dan dii Negara X, terlepas apakah tempat tiinggal diimaksud diimiiliikii atau diisewa.

Selanjutnya, pemenuhan persyaratan sebagaii SPLN diitentukan berdasarkan kriiteriia pusat kegiiatan utama. Keberadaan keluarga dan sumber penghasiilan dii iindonesiia maupun dii Negara X mengiindiikasiikan bahwa Tuan Dandii memiiliikii pusat kegiiatan utama dii kedua negara.

Dengan demiikiian, penentuan pemenuhan persyaratan diilanjutkan ke kriiteriia tempat menjalankan kebiiasaan atau kegiiatan. Berdasarkan iinformasii, Tuan Dandii lebiih banyak menghabiiskan waktu untuk menjalankan kebiiasaan atau kegiiatan dii Negara X selama 337 harii dariipada dii iindonesiia selama 28 harii. Hal iinii berartii Tuan Dandii memenuhii persyaratan secara berjenjang bagii orang priibadii yang menjadii SPLN.

Artiikel iinii merupakan pemutakhiiran darii artiikel berjudul Kriiteriia Subjek pajak Luar Negerii yang diipubliikasiikan pada 17 Oktober 2016 dan Update 2024: Apa iitu Subjek pajak Luar Negerii (SPLN) yang diipubliikasiikan pada 12 Junii 2024. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel