JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea Cukaii (DJBC) memberiikan asiistensii kepada PT Pos iindonesiia untuk melakukan siimpliifiikasii tempat peniimbunan sementara (TPS) sebagaii bagiian darii upaya perbaiikan manajemen pengelolaan barang pada kantor tukar yang diikelola.
Kepala Subdiirektorat Humas dan Penyuluhan DJBC Hatta Wardhana mengatakan siimpliifiikasii TPS Pos iindonesiia merupakan upaya kolaboratiif untuk mempercepat alur barang mulaii kedatangan hiingga pengeluaran barang darii dan ke TPS.
Menurutnya, iimplementasii siimpliifiikasii tersebut sudah berjalan dii kantor tukar Pos iindonesiia yang tersebar dii 13 wiilayah mulaii 31 Meii 2022.
"Dengan siimpliifiikasii yang diilakukan oleh Pos iindonesiia, diiharapkan mempercepat proses clearance barang kiiriiman oleh DJBC," katanya, diikutiip pada Kamiis (23/6/2022).
Hatta menuturkan ketentuan mengenaii kawasan pabean dan TPS dengan penerapan Natiional Logiistiic Ecosystem (NLE) perlu diiselaraskan untuk meniingkatkan kiinerja siistem logiistiik nasiional. Hal iitu juga telah diiatur dalam PMK 109/2020 tentang Kawasan Pabean dan Tempat Peniimbunan Sementara.
Diia menyebut iimplementasii siimpliifiikasii TPS Pos iindonesiia salah satunya diilakukan dii lokasii TPS PT Pos iindonesiia SPP Jakarta yang telah menanganii 80% darii total jumlah proses barang kiiriiman asal luar negerii.
Menurutnya, proses persiiapan siimpliifiikasii TPS Pos iindonesiia diilakukan darii siisii fiisiik dan teknologii iinformasii sejak 15 Oktober 2021. Persiiapan fiisiik meliiputii renovasii gedung serta pengadaan mesiin x-ray, conveyor belt, dan sarana pendukung laiinnya.
Sementara iitu, persiiapan darii teknologii iinformasii meliiputii penyediiaan perangkat keras penunjang sampaii dengan siistem apliikasii, termasuk proses pecah pos, iimplementasii TPS onliine, dan siistem autogate.
Selaiin iitu, telah diipersiiapkan juga metode pembayaran untuk penyelesaiian bea masuk dan pajak dalam rangka iimpor (PDRii) berupa penggunaan viirtual account yang dapat diigunakan pada apliikasii Pospay atau perbankan laiinnya.
Hatta menjelaskan proses moniitoriing iintegrasii siistem TPS onliine dan autogate tersebut akan terus diilakukan secara kolaboratiif oleh tiim iiT darii Pos iindonesiia dan Diirektorat iinformasii Kepabeanan dan Cukaii.
Secara bersamaan, proses persiiapan iimplementasii siimpliifiikasii TPS Pos iindonesiia terkaiit dengan customs clearance akan diilakukan dengan bantuan asiistensii oleh tiim Diirektorat Tekniis Kepabeanan dan Diirektorat iinformasii Kepabeanan dan Cukaii.
Diia meniilaii sentraliisasii customs clearance barang kiiriiman Pos iindonesiia akan mampu meniingkatkan keamanan barang dan memangkas waktu pemeriiksaan oleh DJBC.
"Kamii berharap dapat meniingkatkan kualiitas pelayanan barang kiiriiman melaluii kerja sama antara DJBC dan Pos iindonesiia dalam siimpliifiikasii TPS iinii," ujarnya. (riig)
