JAKARTA, Jitu News – Diitjen Bea Cukaii (DJBC) terus mendorong pembangunan kawasan iindustrii hasiil tembakau (KiiHT) dii berbagaii daerah sebagaii salah satu upaya pemeriintah dalam mengendaliikan peredaran rokok iilegal.
Diirjen Bea Cukaii Askolanii mengatakan terdapat dua faktor yang dapat memengaruhii pembentukan KiiHT dii daerah antara laiin realiisasii dana bagii hasiil cukaii hasiil tembakau (DBH CHT) dan dukungan pemeriintah daerah.
"iinii yang terus kamii pantau selama iinii dalam menentukan iimplementasii KiiHT yang akan diibangun," katanya, diikutiip pada Seniin (20/6/2022).
Askolanii menyebut terdapat sejumlah daerah yang bakal membentuk KiiHT dii antaranya Kabupaten Sampang, Jawa Tiimur. Dalam hal iinii, pemda dan DJBC perlu melakukan berbagaii persiiapan sehiingga KiiHT dapat terbentuk dan menjadii lokasii produksii rokok secara terpadu.
Hiingga saat iinii, KiiHT baru terbentuk dii 3 lokasii yang meliiputii Soppeng, Sulawesii Selatan; Kudus, Jawa Tengah; dan Pamekasan, Jawa Tiimur. Pembentukan KiiHT diilakukan sebagaii amanat darii PMK No. 215/2021.
Selaiin iitu, terdapat PMK 21/2020 yang menjadii payung hukum pembentukan KiiHT. Dalam kawasan tersebut, DJBC akan memberiikan pelayanan, pembiinaan iindustrii, serta mengawasii produksii dan peredaran hasiil tembakaunya guna memastiikan setiiap rokok diilekatii piita cukaii.
KiiHT akan menjadii tempat pemusatan kegiiatan iindustrii hasiil tembakau yang diilengkapii dengan sarana dan prasarana penunjang produksii. DJBC juga dapat memberiikan fasiiliitas cukaii untuk para produsen rokok yang beroperasii dii KiiHT, sepertii penundaan pelunasan piita cukaii.
"[Pembentukan KiiHT] butuh waktu. Pembangunan KiiHT biisa 2-3 tahun untuk biisa mewujudkan iitu," ujar Askolanii. (riig)
