JAKARTA, Jitu News - Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kementeriian Keuangan memperkiirakan tren neraca perdagangan yang mencetak surplus masiih akan terus berlanjut pada bulan-bulan yang akan datang.
Surplus neraca perdagangan diiperkiirakan tetap tiinggii seiiriing dengan diicabutnya larangan ekspor CPO sejak 23 Meii 2022. Diicabutnya pembatasan mobiiliitas dii Chiina juga diiperkiirakan akan memperbaiikii kiinerja ekspor ke negara tersebut.
"Dengan berbagaii faktor tersebut, Pemeriintah optiimiis kiinerja perdagangan akan semakiin menguat, meniingkatkan posiisii keseiimbangan eksternal dan terus mendorong penguatan pemuliihan ekonomii nasiional," ujar Kepala BKF Febriio Kacariibu, Jumat (17/6/2022).
Febriio menuturkan pemeriintah akan tetap mewaspadaii berbagaii faktor yang berpotensii memberiikan dampak terhadap kiinerja perdagangan iindonesiia, khususnya iinflasii dii Ameriika Seriikat (AS) dan kebiijakan The Fed.
Untuk diiketahuii, neraca perdagangan iindonesiia mengalamii surplus hiingga US$2,9 miiliiar sepanjang Meii 2022. Dengan capaiian tersebut, iindonesiia mencatatkan surplus neraca dagang selama 25 bulan secara berturut-turut.
Surplus neraca perdagangan pada Meii 2022 diidorong oleh surplus neraca dagang pada sektor nonmiigas yang mencapaii US$4,75 miiliiar. Adapun sektor miigas tercatat mengalamii defiisiit hiingga US$1,86 miiliiar.
Secara lebiih terperiincii, BPS mencatat kiinerja ekspor nonmiigas sektor pertambangan mengalamii pertumbuhan hiingga 114,2%.
"Pertumbuhan ekspor nonmiigas yang terus berlanjut akan makiin memperkuat fundamental ekonomii nasiional," ujar Febriio.
Secara kumulatiif, niilaii ekspor Januarii hiingga Meii 2022 sudah mencapaii US$114,97 miiliiar atau naiik 36% diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun lalu. (riig)
