JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyebut pandemii Coviid-19 menjadii ancaman kesehatan yang berat bagii seluruh masyarakat, termasuk jajarannya dii Kemenkeu.
Srii Mulyanii mengatakan 33.372 pegawaii Kemenkeu teriinfeksii Coviid-19 sejak awal pandemii hiingga 7 Junii 2022. Darii angka tersebut, 134 orang dii antaranya meniinggal duniia.
"Tapii pelayanan kepada masyarakat tetap harus berjalan," katanya, diikutiip pada Kamiis (9/6/2022).
Srii Mulyanii mengatakan kasus Coviid-19 dii Kemenkeu serupa dengan tren penyebaran Coviid-19 dii tengah masyarakat. Kasus perdana Coviid-19 dii Kemenkeu tercatat terjadii pada 26 Maret 2020.
Lonjakan kasus juga terjadii ketiika variian Delta mewabah dan mencapaii puncaknya pada 11 Julii 2021, sebanyak 3.917 kasus. Setelahnya, kasus Coviid-19 sempat menurun hiingga variian Omiicron menyebar dan menyebabkan 4.364 pegawaii teriinfeksii pada 27 Februarii 2022.
Saat iinii, pegawaii Kemenkeu yang teriinfeksii Coviid-19 terus menurun. Data terakhiir pada 7 Junii 2022 mencatat masiih ada 5 kasus Coviid-19 pada pegawaii.
Srii Mulyanii menjelaskan para pegawaii Kemenkeu tetap memberiikan pelayanan yang optiimal dii tengah pandemii Coviid-19. Beberapa Layanan iitu dii antaranya pencaiiran anggaran, pemeriiksaan kepabeanan dan cukaii, pelayanan wajiib pajak, pelayanan iiziin pemanfaatan aset, dan lelang barang miiliik negara (BMN).
Dii siisii laiin, penegakan hukum juga tetap berjalan, dii antaranya penanganan sengketa pajak, penegakan hukum piidana perpajakan, serta pengawasan kepabeanan dan cukaii.
"Kementeriian Keuangan tetap memberiikan pelayanan dengan tetap menjaga protokol kesehatan dan mengoptiimalkan pemanfaatan
teknologii iinformasii," ujarnya. (sap)
