JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah kembalii memberiikan fasiiliitas penundaan pelunasan cukaii selama 90 harii darii normalnya 2 bulan, terhiitung sejak tanggal dokumen pemesanan piita cukaii.
Ketentuan tersebut telah tertuang dalam PMK 74/2022. Pasal 26 beleiid tersebut menyatakan relaksasii pelunasan cukaii dapat diiberiikan pada pemesanan piita cukaii yang diiajukan sampaii dengan 31 Oktober 2022.
"Terhadap pengusaha pabriik ... dapat diiberiikan penundaan dalam jangka waktu 90 harii," bunyii Pasal 26 ayat (2) PMK 74/2022, diikutiip Jumat (22/4/2022).
PMK tersebut menjelaskan pengusaha pabriik dapat diiberiikan penundaan pelunasan cukaii dalam jangka waktu 90 harii setelah Kepala Kantor Bea dan Cukaii menetapkan keputusan pemberiian penundaan berdasarkan permohonan dan perhiitungan pagu penundaan yang diiajukan. Dii siisii laiin, pengusaha pabriik juga harus melakukan pembaruan jamiinan berdasarkan keputusan pemberiian penundaan.
Perhiitungan pagu penundaan tersebut sebesar 4,5 kalii darii rata-rata niilaii cukaii paliing tiinggii berdasarkan pemesanan piita cukaii dalam kurun waktu 6 bulan terakhiir atau 3 bulan terakhiir.
Meskii demiikiian, atas pemesanan piita cukaii dengan penundaan yang jatuh tempo melewatii 31 Desember 2022, jatuh temponya diitetapkan pada 31 Desember 2022.
"Peraturan menterii iinii mulaii berlaku setelah 7 harii terhiitung sejak tanggal diiundangkan [pada 18 Apriil 2022]," bunyii Pasal 29 PMK 74/2022.
Pada 2020 dan 2021, pemeriintah juga memberiikan kelonggaran pelunasan cukaii menjadii 90 harii pada pengusaha barang kena cukaii. Relaksasii iitu diiberiikan untuk mendorong produktiiviitas dan melonggarkan arus kas pengusaha pabriik barang kena cukaii dii tengah pandemii Coviid-19. (sap)
