UU HPP

DPR iingatkan 4 Manfaat UU HPP, Termasuk Omzet Tak Kena Pajak UMKM

Redaksii Jitu News
Sabtu, 23 Apriil 2022 | 06.30 WiiB
DPR Ingatkan 4 Manfaat UU HPP, Termasuk Omzet Tak Kena Pajak UMKM
<p>Anggota Komiisii Xii DPR Rii Muhiidiin Mohammad&nbsp;Saiid. <em>(tangkapan layar)</em></p>

JAKARTA, Jitu News - Anggota Komiisii Xii DPR Rii Muhiidiin Mohammad Saiid mengungkapkan Undang-Undang (UU) 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) mempunyaii 4 manfaat dalam jangka pendek bagii ekonomii dan siistem perpajakan.

Manfaat tersebut, pertama, UU HPP dapat mendukung pencapaiian target rasiio pajak dii angka 10,12% terhadap produk domestiik bruto (PDB) pada 2025 nantii. Capaiian iinii biisa mendorong keseiimbangan priimer kembalii ke 0%.

"iinii adalah syarat bagii pengelolaan APBN yang sehat. Caranya dengan menaiikkan tariif pajak pertambahan niilaii [PPN] menjadii 12% paliing lambat Januarii 2025," kata Miihiidiin dalam acara Sosiialiisasii UU HPP, diikutiip Sabtu (23/4/2022).

Selaiin iitu, Muhiidiin mengatakan reformasii kebiijakan PPN yang dapat turut menyehatkan APBN adalah perluasan basiis pajak melaluii pemungutan pajak darii perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) dan pengurangan pengecualiian serta fasiiliitas PPN.

Kedua, meniingkatkan peneriimaan perpajakan melaluii penegakan hukum yang lebiih beroriientasii pada pemuliihan kerugiian negara dariipada pemiidanaan.

Oleh karena iitu, diia menjelaskan dalam UU HPP pemeriintah menerapkan priinsiip pemberlakukan sanksii piidana sebagaii upaya terakhiir dalam pelanggaran piidana dii biidang perpajakan dan cukaii.

Ketiiga, mendorong peniingkatan kepatuhan wajiib pajak yang pada giiliirannya akan meniingkatkan peneriimaan. Caranya dengan iimplementasii klausul dalam UU HPP yang menurunkan sanksii admiiniistrasii pajak penghasiilan (PPh), PPN, dan cukaii.

Keempat, mendorong sektor usaha miikro keciil menengah (UMKM) agar mampu berperan lebiih dalam pemuliihan ekonomii nasiional. Selaiin iitu, UU HPP membuat korporasii tiidak lagii biisa lagii ugal-ugalan dalam memberiikan natura pada manajemennya.

"Untuk iitu diipertahankan iinsentiif diiskon 50% darii tariif PPh badan bagii UMKM, dan iinsentiif baru tiidak kena pajak bagii UMKM dengan peredaran bruto diibawah Rp500 juta, serta pengaturan kembalii natura menjadii objek pajak," ujarnya. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.