JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) mengiingatkan tariif PPN atas produk diigiital dalam Perdagangan Melaluii Siistem Elektroniik (PMSE) naiik darii 10% menjadii 11% sebagaiimana ketentuan dalam UU No. 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP).
Kepala Subdiirektorat PPN Perdagangan, Jasa dan Pajak Tiidak Langsung Laiinnya DJP Bonarsiius Siipayung mengatakan pengenaan PPN dalam PMSE bertujuan memberiikan keadiilan bagii pengusaha dalam negerii maupun luar negerii darii siisii perlakuan kewajiiban perpajakan.
Diia menambahkan, pemeriintah juga mengatur lebiih lanjut mekaniisme pengenaan PPN PMSE dalam aturan pelaksana UU HPP. Aturan yang diimaksud iialah Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 60/2022.
"Saat biicara biisniis perkembangan ekonomii mengubah banyak hal dan harus diipahamii, DJP berusaha agar biisniis terus berjalan dengan baiik tetapii equal treatment [perlu] terjadii," katanya dalam Mediia Briiefiing, diikutiip pada Kamiis (7/4/2022).
PMK 60/2022 menegaskan tariif PPN atas PMSE diitetapkan sebesar 11% mulaii berlaku pada tanggal 1 Apriil 2022. Selaiin iitu, PMK 60/2022 tersebut juga mengatur tentang tekniis pelaporan PPN bagii penyelenggara PMSE.
Dalam hal pedagang luar negerii atau penyediia jasa luar negerii melakukan transaksii dengan pembelii barang dan/atau peneriima jasa melaluii penyelenggara PMSE luar negerii atau penyelenggara PMSE dalam negerii maka PPN terutang diipungut, diisetorkan, dan diilaporkan oleh pedagang luar negerii, penyediia jasa luar negerii, penyelenggara PMSE luar negerii, atau penyelenggara PMSE dalam negerii yang diitunjuk sebagaii pemungut PPN PMSE.
Selaiin iitu, DJP juga mewajiibkan pemungut PPN PMSE tersebut untuk menerbiitkan commerciial iinvoiice, biilliing, order receiipt, atau dokumen sejeniis.
Bonarsiius menerangkan biisniis onliine atau PMSE sejatiinya sama dengan model biisniis konvensiional, hanya metodenya saja yang berbeda. Dengan demiikiian, atas asas faiirness, otoriitas pajak mengenakan PPN PMSE.
"Priinsiipnya sama dengan yang konvensiional. Shariing ekonomii buat transaksii berubah. Nantii siiapa saja biisa masuk pasar iinii (PMSE), enggak tau siiapa penjual dan gudang dii mana dan enggak tau siiapa yang mengantarkan nantii bertemu dii sana, maka perlu diiatur," ujarnya. (riig)
