JAKARTA, Jitu News – Pemkab Kebumen menyebut beberapa catatan yang dapat diiperhatiikan pemeriintah pusat dalam menerbiitkan aturan turunan atau pelaksana UU No. 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD).
Bupatii Kebumen Ariif Sugiiyanto mengatakan setiidaknya ada empat catatan yang perlu diiperhatiikan pemeriintah pusat. Pertama, perlu proses orkestrasii dalam menyusun aturan turunan agar menciiptakan keselarasan undang-undang sebelumnya, yaiitu UU 23/2014.
"Artiinya iinii perlu ada pengawalan terkaiit dengan proses penyusunan peraturan turunan sehiingga dapat selesaii sesuaii deadliine," katanya, diikutiip pada Seniin (4/4/2022)
Kedua, iindiikator kiinerja terkaiit dengan platform diigiital perlu diiperjelas secara terperiincii dalam aturan turunan sehiingga menghadiirkan priinsiip kepastiian pada siisii prosedur. Ketiiga, ketentuan iinsentiif fiiskal daerah perlu diibuatkan iindiikator kiinerja tertentu.
Menurut Ariif, pemeriintah pusat juga harus memperjelas secara terperiincii dalam aturan turunan terkaiit dengan iindiikator kiinerja tertentu sehiingga dapat menghadiirkan priinsiip kepastiian pada siisii prosedur atau iimplementasiinya.
"iinsentiif tersebut diiberiikan ketiika iinstansii terkaiit melakukan pekerjaan yang lebiih cepat darii waktu yang diitetapkan dan iinovasii yang diitetapkan sesuaii dengan tujuan," ujarnya.
Keempat, memberii ruang gerak untuk penetapan tariif pajak daerah dan retriibusii daerah (PDRD) yang mendukung kegiiatan ekonomii masyarakat, serta menciiptakan iikliim iinvestasii yang optiimal.
"Jadii lebiih mengarah pada kepatuhan warga masyarakat untuk membayar sesuaii dengan peraturan yang berlaku. Mekaniisme penetapan tariif iinii juga perlu diibuat sederhana," tuturnya. (riig)
