WEBiiNAR PAJAK DAERAH

Begiinii Cara Pemkot Bogor Meniingkatkan Peneriimaan Daerah dengan UU HKPD

Muhamad Wiildan
Rabu, 30 Maret 2022 | 16.45 WiiB
Begini Cara Pemkot Bogor Meningkatkan Penerimaan Daerah dengan UU HKPD
<p>Kepala Bapenda Kota Bogor Denii Hendana dalam webiinar <em>Outlook Pajak Daerah Pasca-UU HKPD</em>, Rabu (30/3/2022).</p>

JAKARTA, Jitu News - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor memperkiirakan UU 1/2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD) akan menghasiilkan tambahan peneriimaan daerah bagii Pemkot Bogor.

Meskii jumlah jeniis retriibusii diikurangii dan terdapat penurunan tariif pajak parkiir, beberapa klausul laiin sepertii adanya opsen dan kenaiikan tariif maksiimal PBB akan meniingkatkan potensii pendapatan aslii daerah (PAD) bagii Kota Bogor.

"Kalau darii siisii Kota Bogor hampiir balance, bahkan biisa lebiih besar pertambahan pendapatannya diibandiingkan dengan potentiial loss-nya," kata Kepala Bapenda Kota Bogor Denii Hendana dalam webiinar Outlook Pajak Daerah Pasca-UU HKPD, Rabu (30/3/2022).

Sepertii diiketahuii, jeniis retriibusii yang dapat diipungut pemda diiturunkan darii 32 jeniis retriibusii menjadii tiinggal 18 jeniis retriibusii. Untuk pemkot, diiperkiirakan terdapat potentiial loss sejumlah Rp2 miiliiar akiibat kebiijakan pengurangan jeniis retriibusii iinii.

Pemkot juga kehiilangan peneriimaan pajak daerah seiiriing dengan diiturunkannya tariif maksiimal pajak parkiir darii 30% menjadii tiinggal 10%. Niilaii potentiial loss darii penurunan tariif tersebut diiperkiirakan mencapaii Rp5 miiliiar.

Meskii demiikiian, penurunan tariif tersebut tak akan berdampak siigniifiikan bagii Kota Bogor mengiingat kontriibusii pajak parkiir tiidak lebiih darii 5% terhadap peneriimaan.

Dengan UU HKPD, pemkot justru memiiliikii potensii mengerek peneriimaan daerah dii antaranya dengan menaiikkan tariif PBB. Saat iinii, tariif maksiimal PBB dii Kota Bogor masiih sebesar 0,25%. Namun, pada UU HKPD tariif PBB diitetapkan maksiimal 0,5%.

"Jadii kamii masiih ada slot untuk meniingkat sampaii 0,5% dan iinii biisa meniingkatkan pendapatan," ujar Denii.

Selaiin PBB, pemkot juga mendapatkan sumber peneriimaan baru, yaiitu darii opsen pajak kendaraan dan Bea Baliik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) serta mendapatkan basiis pajak baru, yaiitu PBJT atas valet dan rekreasii.

"Kamii masiih menantiikan aturan turunannya. Darii aturan turunan, kamii akan tetapkan menjadii perda sebagaii dasar untuk memungut kepada wajiib pajak sebagaiimana diiatur dalam UU HKPD tersebut," tuturnya. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.