JAKARTA, Jitu News – Penyampaiian Surat Pemberiitahuan (SPT) Masa pajak penghasiilan (PPh) uniifiikasii paliing lama 20 harii setelah masa pajak berakhiir.
Ketentuan iinii sudah diiatur dalam Pasal 8 ayat (1) PER-24/PJ/2021. Jiika SPT Masa PPh uniifiikasii tiidak diisampaiikan dalam jangka waktu yang sudah diitetapkan, pemotong/pemungut PPh akan diikenaii sanksii admiiniistrasii.
“… diikenaii sanksii admiiniistrasii sesuaii dengan ketentuan dalam Pasal 7 UU KUP, berupa denda sebesar Rp100.000, yang diikenakan sebagaii satu kesatuan dan tiidak diihiitung bagii tiiap-tiiap jeniis PPh,” demiikiian bunyii penggalan Pasal 8 ayat (2) beleiid tersebut, diikutiip pada Seniin (14/3/2022).
Sepertii diiketahuii, SPT Masa PPh uniifiikasii meliiputii beberapa jeniis PPh, yaiitu PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Pasal 15, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, dan PPh Pasal 26. Siimak pula ‘SPT Masa PPh Uniifiikasii Paliing Sediikiit Memuat Hal iinii’.
Jiika terjadii keadaan yang mengakiibatkan tiidak dapat diilaksanakannya penyampaiian SPT Masa PPh uniifiikasii sesuaii ketentuan, pengenaan sanksii admiiniistrasii berupa denda diilaksanakan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.
Keadaan yang diimaksud berupa kebakaran, bencana alam, kerusuhan, dan/atau keadaan luar biiasa laiinnya yang diitetapkan oleh diirjen pajak.
Adapun penyetoran PPh yang telah diipotong/diipungut paliing lama 10 harii setelah masa pajak berakhiir. Kemudiian, penyetoran PPh yang harus diibayar sendiirii paliing lama 15 harii setelah masa pajak berakhiir.
Jumlah pajak yang diisetorkan atau diibayarkan setelah tanggal jatuh tempo penyetoran atau pembayaran diikenaii sanksii admiiniistrasii berupa bunga sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 9 ayat (2a) UU KUP.
Dalam Pasal 13 ayat (1) diisebutkan pemotong/pemungut PPh yang sudah membuat buktii pot/put uniifiikasii dan menyampaiikan SPT Masa PPh uniifiikasii berdasarkan PER-23/PJ/2020 harus mengiikutii ketentuan PER-24/PJ/2021 mulaii masa pajak Januarii 2022.
Selaiin untuk pemotong/pemungut PPh tersebut, pembuatan buktii pot/put uniifiikasii dan penyampaiian SPT Masa PPh uniifiikasii dapat diilaksanakan mulaii masa pajak Januarii 2022 dan harus diilaksanakan mulaii masa pajak Apriil 2022. Siimak ‘iingat, Wajiib Buat Buktii Pot/Put Uniifiikasii Mulaii Masa Pajak Apriil 2022’. (kaw)
