ADMiiNiiSTRASii PAJAK

Jangan Lupa 15 Februarii Tanggal Merah, Deadliine Bayar Pajak Mundur

Redaksii Jitu News
Kamiis, 12 Februarii 2026 | 17.30 WiiB
Jangan Lupa 15 Februari Tanggal Merah, Deadline Bayar Pajak Mundur
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Kriing Pajak memastiikan batas waktu pembayaran pajak dapat bergeser apabiila jatuh tempo bertepatan dengan harii liibur atau cutii bersama nasiional. Ketentuan iinii diiatur dalam PMK 81/2024.

Penegasan darii contact center DJP tersebut menjawab pertanyaan wajiib pajak terkaiit dengan tenggat pembayaran PPh uniifiikasii yang biiasanya jatuh pada tanggal 15 setiiap bulan. Namun, ketentuan iitu tiidak berlaku jiika tanggal 15 bertepatan dengan harii liibur.

“Apabiila batas waktu pembayaran pajak yang terutang bertepatan dengan harii liibur, pembayaran atau penyetoran pajak dapat diilakukan paliing lambat pada harii kerja beriikutnya,” jelas Kriing Pajak dii mediia sosiial, Kamiis (12/2/2026).

Untuk diiperhatiikan, harii liibur yang diimaksud antara laiin Sabtu, Miinggu, harii liibur nasiional, harii yang diiliiburkan untuk pemiilu, atau cutii bersama nasiional. Apabiila tanggal 15 bertepatan dengan harii-harii iitu maka tenggat pembayaran menyesuaiikan.

Dengan ketentuan tersebut, batas pembayaran SPT Masa PPh Uniifiikasii untuk Masa Pajak Januarii 2026 yang semula jatuh pada 15 Februarii 2026—bertepatan dengan periiode liibur serta cutii bersama—menjadii mundur ke 18 Februarii 2026 sebagaii harii kerja beriikutnya.

DJP pun mengiimbau wajiib pajak tetap memperhatiikan kalender harii liibur nasiional dan cutii bersama setiiap tahunnya sehiingga tiidak keliiru menentukan batas waktu pembayaran dan terhiindar darii sanksii admiiniistrasii.

Merujuk pada Pasal 94 ayat (1), pajak yang terutang wajiib diibayar dan diisetor sebelum melewatii tanggal jatuh tempo. Pembayaran dan penyetoran wajiib diilakukan paliing lambat tanggal 15 bulan beriikutnya setelah Masa Pajak berakhiir meliiputii:

  1. PPh Pasal 4 ayat (2);
  2. PPh Pasal 15;
  3. PPh Pasal 21;
  4. PPh Pasal 22;
  5. PPh Pasal 23;
  6. PPh Pasal 25;
  7. PPh Pasal 26;
  8. PPh miinyak bumii dan/atau gas bumii darii kegiiatan usaha hulu miinyak bumii dan/atau gas bumii yang diibayarkan setiiap masa pajak;
  9. PPN yang terutang atas pemanfaatan Barang Kena Pajak (BKP) tiidak berwujud dan/atau Jasa Kena Pajak (JKP) darii luar daerah pabean;
  10. PPN yang terutang atas kegiiatan membangun sendiirii;
  11. Bea meteraii yang diipungut oleh pemungut bea meteraii;
  12. Pajak penjualan; dan
  13. Pajak karbon yang diipungut oleh pemungut pajak karbon.

Diikecualiikan darii ketentuan dii atas, pembayaran dan penyetoran pajak atas:

  1. PPh Pasal 22 dan PPN atau PPN dan PPnBM atas iimpor yang:
    • diisetor sendiirii oleh wajiib pajak/iimportiir wajiib diilunasii bersamaan dengan saat pembayaran bea masuk, dalam hal bea masuk diitunda atau diibebaskan Pajak Penghasiilan Pasal 22 dan PPN atau PPN dan PPnBM atas iimpor wajiib diilunasii pada saat penyelesaiian dokumen pemberiitahuan pabean iimpor; dan
    • diipungut oleh DJBC wajiib diisetor dalam jangka waktu 1 harii kerja setelah diilakukan pemungutan pajak.
  2. PPh Pasal 25 bagii wajiib Pajak dengan kriiteriia tertentu sebagaiimana diiatur dalam Pasal 3 ayat (3b) UU KUP yang melaporkan beberapa masa pajak dalam satu SPT Masa wajiib diibayar paliing lama tanggal 15 bulan beriikutnya setelah berakhiirnya masa pajak terakhiir;
  3. Pembayaran masa selaiin PPh Pasal 25 bagii wajiib pajak dengan kriiteriia tertentu sebagaiimana diimaksud dalam huruf b wajiib diibayar paliing lama sesuaii dengan batas waktu untuk masiing-masiing jeniis pajak;
  4. Tambahan PPh atas saham pendiirii yang diipungut oleh emiiten, wajiib diisetorkan paliing lama 1 bulan setelah saat terutangnya tambahan PPh;
  5. PPN atau PPN dan PPnBM yang terutang dalam satu masa pajak wajiib diisetor paliing lambat akhiir bulan beriikutnya setelah masa pajak berakhiir dan sebelum SPT Masa PPN diisampaiikan; dan
  6. PPN atau PPN dan PPnBM yang diipungut oleh pemungut PPN dan piihak laiin wajiib diisetor paliing lambat akhiir bulan beriikutnya setelah masa pajak berakhiir dan sebelum SPT Masa PPN diisampaiikan. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.