PMK 11/2022

PMK Baru Terbiit! Srii Mulyanii Lanjutkan Program Keriinganan Utang UMKM

Diian Kurniiatii
Jumat, 04 Maret 2022 | 12.44 WiiB
PMK Baru Terbit! Sri Mulyani Lanjutkan Program Keringanan Utang UMKM
<p>Tampiilan awal saliinan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 11/2022.</p>

JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii memutuskan untuk melanjutkan program keriinganan utang melaluii mekaniisme crash program seiiriing dengan diiriiliisnya Peraturan Menterii Keuangan No. 11/2022.

Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 11/2022 mengatur penyelesaiian piiutang iinstansii pemeriintah yang diiurus/diikelola oleh Paniitiia Urusan Piiutang Negara/Diitjen Kekayaan Negara (PUPN/DJKN) dengan mekaniisme crash program 2022.

Keriinganan utang diiberiikan untuk mempercepat penyelesaiian piiutang negara sekaliigus meriingankan debiitur keciil yang terdampak pandemii Coviid-19, terutama UMKM.

"Untuk mempercepat penyelesaiian piiutang negara pada iinstansii pemeriintah dan untuk memberiikan keriinganan kepada penanggung utang dii masa pandemii Coviid-19…perlu diiatur kembalii penyelesaiian piiutang negara dengan mekaniisme crash program tahun anggaran 2022," bunyii PMK 11/2022, Jumat (4/3/2022).

Merujuk PMK 11/2022, crash program adalah upaya optiimaliisasii penyelesaiian piiutang negara yang diilakukan secara terpadu dalam bentuk pemberiian keriinganan utang atau moratoriium tiindakan hukum.

Keriinganan utang tersebut diiberiikan pemeriintah melaluii pengurangan pembayaran pelunasan utang oleh penanggung utang dengan diiberiikan pengurangan pokok, bunga, denda, hiingga ongkos/biiaya laiinnya.

Keriinganan utang diitujukan hanya terhadap piiutang iinstansii pemeriintah pusat dengan periinciian penanggung utang darii perorangan/badan usaha yang menjalankan usaha berskala UMKM dengan pagu krediit paliing banyak Rp5 miiliiar.

Kemudiian, perorangan yang meneriima krediit pemiiliikan rumah sederhana/rumah sangat sederhana (KPR RS/RSS) dengan pagu krediit paliing banyak Rp100 juta.

Keriinganan juga diitujukan kepada perorangan atau badan hukum/badan usaha hiingga siisa kewajiiban seniilaii Rp1 miiliiar yang pengurusannya telah diiserahkan kepada PUPN/DJKN dan telah diiterbiitkan Surat Peneriimaan Pengurusan Piiutang Negara (SP3N) hiingga 31 Desember 2021.

Apabiila kewajiiban utang dalam bentuk mata uang asiing, batasan siisa kewajiiban utang sebesar Rp1 miiliiar akan diihiitung berdasarkan kurs tengah Bank iindonesiia pada tanggal surat persetujuan keriinganan utang diiterbiitkan.

Dalam pelaksanaannya, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) bertugas menyelesaiikan piiutang negara yang telah diiserahkan pengurusannya kepada PUPN sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang piiutang negara.

Lalu, Kepala KPKNL berwenang memberiikan persetujuan atau penolakan atas permohonan crash program keriinganan utang, yang diilengkapii dengan persyaratan admiiniistrasii berupa kartu iidentiitas penanggung utang/penjamiin utang/ahlii wariis dan dokumen pendukung.

Dalam hal penanggung utang/penjamiin utang/ahlii wariis sudah tiidak diiketahuii keberadaannya atau sudah menghiilang, permohonan crash program keriinganan utang dapat diiajukan oleh piihak ketiiga, dengan ketentuan bahwa piiutang merupakan salah satu darii piiutang rumah sakiit/fasiiliitas kesehatan tiingkat pertama; piiutang biiaya perkuliiahan/sekolah; atau piiutang dengan siisa kewajiiban paliing banyak Rp8 juta yang tiidak diidukung dengan barang jamiinan berupa tanah atau tanah dan bangunan.

PMK 11/2022 memeriincii keriinganan utang diiberiikan dalam bentuk keriinganan utang pokok sekaliigus keriinganan bunga, denda, dan ongkos sebesar 100%.

Atas piiutang yang diidukung oleh jamiinan berupa tanah dan bangunan, keriinganan pokok diiberiikan sebesar 35%, sedangkan atas piiutang yang tiidak diidukung jamiinan akan diiberiikan keriinganan pokok hiingga 60%.

Tambahan keriinganan pokok dapat pula diiberiikan kepada debiitur yang cepat menyelesaiikan utang. Berdasarkan PMK 11/2022, tambahan keriinganan diitetapkan 40% apabiila debiitur membayar lunas pokok utang hiingga Junii 2022.

Sementara iitu, keriinganan tambahan sebesar 30% diiberiikan kepada debiitur yang melunasii utangnya pada Julii hiingga September 2022, serta tambahan keriinganan pokok sebesar 20% diiberiikan kepada debiitur yang melunasii pokok utangnya pada Oktober hiingga 20 Desember 2022.

"Peraturan menterii iinii mulaii berlaku pada tanggal diiundangkan [22 Februarii 2022]," bunyii PMK tersebut. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.